Search

Thursday, February 05, 2026

#3 D i s t a n c e

 


"Distance is the main ingredient for longing, thus the main reason for separation." (Lala Bohang, The Book of Imaginary Beliefs, page 87.)


Membaca kalimat itu membuatku teringat seorang kawan 'maya'. Dia 'menemukanku' lewat blog, dan dia tertarik dengan cara pandangku tentang homosexuality. Dari sana, kai terhubung di satu media sosial. Hingga di satu hari kami bertemu, kopdar. Dengan suka cita dia memperkenalkanku pada kekasihnya, yang juga bersamanya waktu itu. 

Dia dan kekasihnya tinggal di 2 kota yang berbeda -- dengan jarak kurang lebih 350 kilometer -- meski masih di satu pulau: Jawa. Namun dia meyakinkanku bahwa jarak 350 km itu tak berarti apa-apa untuk 2 orang yang saling mencinta. 

Satu kali, kemujuran menghampirinya: dia diterima sebagai PNS. Namun, ada 'impact' di balik itu: jarak tinggal antara mereka berdua kia menganga: dia harus pindah ke ujung utara pulau lain! 

"Apa sih? Jarak itu hanya nama sebuah pohon," demikian kata sang kekasih, saat kawanku menyatakan keprihatinannya. "Nothing will change us." Lanjut sang kekasih. Dengan mata berbinar, kawanku memeluk erat kekasihnya, sebelum dia terbang ke kota baru.

Hingga satu kali aku membaca status temanku, "Katamu dulu jarak hanyalah nama sebuah pohon. Ternyata sekarang, jarak telah menjadi culprit perpisahan kita." 

*****

Sekian tahun telah berlalu. Blog yang dulu mereka tulis/isi bersama telah lama menghilang. (Dan aku kehilangan bacaan tentang 2 insan dengan sesama jenis yang saling jatuh cinta.)

Semoga keduanya telah move on. Tinggal aku yang terus menerus teringat hal itu. 

ADA MS54 16.09 05 February 2026

No comments: