Aku katakan padanya bahwa dia tidak bisa menyalahkan sang istri karena istrinya toh hanya mengikuti "stereotype" yang mengatakan bahwa laki-laki adalah pencari nafkah, perempuan sebagai ibu rumah tangga; bahwa laki-laki akan dihormati kalau dia memiliki uang banyak dan mampu membiayai rumah tangga, sedangkan perempuan sebagai pendamping suami plus tukang masak, tukan cuci, dan tukang ngopeni anak-anak.
So, mengapa perempuan yang mengikuti stereotype yang telah dibuat oleh masyarakat itu disalahkan?
No comments:
Post a Comment