Search

Thursday, August 13, 2026

Komunitas Membaca

tatanan di Gramedia Jalma Semarang

 

So far, aku hanya tahu goodreads sebagai salah satu komunitas membaca di Indonesia, selain BBI yang merupakan singkatan dari Blogger Buku Indonesia. Pertama kali tahu komunitas goodreads, aku sempat tertarik ingin bergabung. Namun ketika tahu 'cara mainnya', aku langsung mundur teratur. 😁 aku lupa tepatnya ini kapan, mungkin sekitar 15 tahun yang lalu, atau lebih ya. 

Seingatku, satu cara main komunitas goodreads adalah: para anggota akan mendapatkan instruksi untuk membaca satu buku yang sama, lalu pada satu waktu tertentu, para anggota akan mengadakan kopdar untuk membahas isi buku bersama-sama. Well ... count me out lah kalau aturannya begini 😃 aku akan membaca buku yang ingin kubaca, bukan yang 'diinstruksikan untuk dibaca'. 

Adikku sendiri kadang cerita tentang komunitas BBI yang 'pernah' dia ikuti. Kadang dia ikutan kopdar di beberapa kota yang dipilih oleh para anggota untuk ... well, mungkin untuk membahas buku-buku yang mereka baca? aku tidak pernah curious bertanya tentang hal ini sih.  

beberapa buku untuk dibaca di tempat di GM Jalma Semarang

Setelah toko buku Gramedia Semarang 'bermetamorfosa' menjadi Gramedia Jalma dan menyediakan spot-spot khusus di mana para pengunjung bisa membaca buku (dan Gramedia menyediakan puluhan buku yang bisa dibaca di tempat) dan mungkin juga berdiskusi tentang buku, aku jadi suka dolan ke Gramedia. Ternyata, membaca di satu lokasi di mana orang-orang yang ada di sana juga melakukan kegiatan yang sama -- membaca -- menaikkan hasrat kita untuk lebih serius membaca! Kita akan kian bersemangat membaca, dan lebih mudah menyingkirkan distraksi ingin melakukan hal-hal yang lain; misal tidur, lol saat diserang rasa kantuk.

Beberapa minggu yang lalu -- setelah Gramedia menjadi Gramedia Jalma, dan aku suka menyambanginya untuk 'nunut' membaca buku -- aku menemukan istilah "komunitas membaca" di media sosial, di mana orang-orang berkumpul di satu lokasi untuk membaca bersama. Orang-orang ini membawa buku mereka sendiri dari rumah, di lokasi yang ditentukan, mereka akan melakukan hal yang sama, yakni membaca. Aku pun langsung tertarik. Sudah aku buktikan bahwa jika aku membaca buku di mana orang-orang di sekitarku juga sedang konsentrasi membaca buku, I feel more encouraged to read. 

Nevertheless, sisi introvert-ku yang kian 'dalam' setelah covid, plus setelah dengan sengaja aku meninggalkan facebook, aku ogah berkenalan dengan orang-orang yang ada di sekitarku dan ngobrol dengan mereka. 😎 yang aku inginkan ya hanya datang ke satu lokasi di mana banyak orang melakukan hal yang sama yang aku lakukan: membaca buku.

'people who read in public places are just performative' 

aku menemukan kalimat di atas di threads, yang membuatku teringat satu pengalaman lebih dari 15 tahun yang lalu. (ahaayyy, kisah lucu ini bisa dibaca di link ini yaaa) seseorang mengataiku cari perhatian hanya gegara aku membaca buku di pantai! 😁 

well, memang nampaknya benar bahwa banyak orang yang tidak bahagia dalam kehidupannya di dunia nyata menumpahkan pelampiasannya di media sosial 😝 lha coba itu, ada orang membaca di tempat umum, lalu orang yang tidak bahagia ini menuduh si pembaca hanya caper! lol. 

nah, kembali ke komunitas membaca. pastinya asyik ya jika ada satu area di mana kita akan menemukan banyak orang yang sedang membaca. selain kita akan kian excited untuk membaca, kita tidak akan dituduh cari perhatian, lol, meski tentu aku tidak akan peduli sih jika dianggap sedang cari perhatian, lol. emang gue pikirin? 😛 but still, sampai sekarang, aku tidak tertarik bergabung dengan komunitas di mana orang-orang di dalamnya akan membaca buku yang sama, lalu kopdar untuk membahas buku itu. count me out 😉

eh, beda lah jika aku yang menentukan untuk membaca satu buku, seperti saat aku bekerja sebagai dosen atau guru sekolah 😆 duluuuuuuuuuuuuuu ...

Well? so far, aku ngapeli Gramedia Jalma saja deh, buat 'nunut' baca buku. 

PT56 14.57 13 Agustus 2026 

Baca Buku Bersama di Taman Publik | tempo.co
gambar kuambil dari google

 

Wednesday, August 12, 2026

From Sapiens 2

 




   Salah satu di antara gelintir hukum besi sejarah adalah bahwa kemewahan cenderung menjadi kebutuhan dan melahirkan kewajiban-kewajiban baru. Begitu orang terbiasa terhadap satu kemewahan tertentu, mereka pun menerimanya sebagai suatu kewajaran. Lalu mereka mulai mengandalkannya. Akhirnya mereka mencapai satu titik di mana mereka tak bisa hidup tanpa kemewahan itu. ...


('Sapiens', halaman 105 - 106, Yuval Noah Harari)

    Kisah tentang perangkap kemewahan membawa pelajaran penting. Pencarian kehidupan yang lebih mudah oleh manusia melepaskan kekuatan-kekuatan perubahan yang merombak dunia dengan cara-cara yang tak dibayangkan atau pun diharapkan siapa pun sebelumnya. Tidak ada yang merencanakan Revolusi Pertanian atau mengusahakan timbulnya ketergantungan manusia terhadap budidaya padi-padian. Serangkaian keputusan sepele memiliki efek kumulatif yang memaksa para pemburu-pengumpul purba untuk menghabiskan hari-hari mereka memikul berember-ember air di bawah Matahari yang terik menyengat. (Halaman 107)

GM Jalma 15.31 05 August 2026


Menurut sains biologi, manusia tidak "diciptakan". Manusia berevolusi. Dan jelas manusia tidak berevolusi sehingga menjadi "setara". ... Setiap orang membawa sandi genetik yang agak berbeda, dan sedari lahir terpapar pengaruh lingkungan yang berbeda. Ini menyebabkan perkembangan sifat-sifat berbeda yang memberikan kemungkinan bertahan hidup yang berbeda-beda. Oleh karena itu "tercipta setara" seharusnya diterjemahkan menjadi "berevolusi secara berbeda." (halaman 139)

GM Jalma 14.56 12 August 2026

Saturday, August 08, 2026

How Old is Old? (2)


Di satu postingan media sosial hari ini, aku menemukan satu hal menarik: seorang perempuan menulis tentang apa yang diyakini oleh (sebagian) masyarakat Indonesia. It is something like this:

"Setelah mencapai usia 'tua' seorang perempuan seyogyanya cukup tinggal di rumah, perbanyak membaca kitab suci, bersih-bersih, masak, tidur. (begitu terus sampai) mati."

 

(ups, di postingan, si TS menggunakan istilah 'bau tanah' sebagai ganti kata 'usia tua'. TS hanya menyalin dan menempel komentar yang sempat ditulis di salah satu postingannya.)

 

Di kesempatan yang lain -- di hari yang sama juga, hari ini -- aku membaca satu status lain. Seorang anak (yang sudah dewasa) mendadak ingat sang Ibu dan Ibu mertua. Menyadari bahwa dia telah begitu sibuk dengan kegiatannya setiap hari, dia ingin menyapa sang Ibu, untuk bertanya apa kabar. Baik sang Ibu (kandung) maupun Ibu mertua menjawab hampir seragam: mereka sedang traveling bersama teman sekolah mereka dulu. Dan sang anak (yang sudah dewasa ini) pun bersyukur bahwa baik ibunya maupun ibu mertua sehat dan bahagia, memiliki kegiatan yang positif untuk membahagiakan diri sendiri.

 

***

 

Sekian tahun yang lalu, di facebook, seorang kawan yang usianya lebih senior dariku senang membagi foto-foto kegiatannya: menari di berbagai kesempatan, di banyak tempat. Di usianya yang tentu telah memasuki 'bracket' middle-aged, si kakak perempuan ini punya hobi yang membuat yang lain yang seusianya merasa iri atau justru merasa terinspirasi: 'berapa pun usiamu, lakukan hobimu yang positif yang akan membuatmu sehat dan bahagia.'

 

Apa boleh buat ya? Di masyarakat kita -- Indonesia -- masih banyak orang yang berpikir saat seseorang mencapai usia tertentu, hendaknya seseorang itu melakukan blablabla, seseorang itu tidak pada tempatnya jika melakukan blablabla, you name it.

 

Di satu postingan lamaku, aku menyitir pernyataan seseorang, "seseorang layak merasa tua jika dia berpikir bahwa his/her life expectancy tinggal 10 tahun lagi". The problem is: we will never know when our last day on this Earth will be kan ya. So? Just feel as young as we wanna be and do the best things we can do, for the good of ourselves as well as the good of other people. We can enjoy ourselves as long as we do NOT harm other people.

 

PT56 13.04 08 August 2026

 

Sunday, August 02, 2026

Quote

 


“Supaya hati tidak mudah terluka, hiduplah seolah-olah kau tidak mempunyai tempat istimewa di hati sesiapa pun.” 🥹🕊️

AD, 00.00 02 August 2026

Thursday, July 30, 2026

Watching movies vs reading books

 


I belong to the type of person who prefers reading books to watching movies.  If I already read a book, let's say, I will never feel excited to watch the movie adapted from the book. For example: I do love reading Dewi Lestari's novel entitled Aroma Karsa. When someone excitedly told me that this novel would be made to be a film, I reluctantly said, "I am not interested." 

Therefore when Emily Wilson strongly criticized Christopher Nolan's movie THE ODYSSEY, I understood if she had a lot of disappointment from the movie. She must have some (or 'many'?) expectations that the movie would include 'some' (or 'many'?) scenes that have been 'haunting' her mind for years! When the movie did not include what she expected to see, she wrote that negative review.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT2JBrGh55BkWz6wOuo7FPI9X2eTPsRnv93LmKjzapd1P8zyfKMqA_5lY4&s=10

Many years ago, when the first time Harry Potter was adapted into movies, I remember many people also expressed their disappointment and said that the novel was much much more worth reading than the movie. However, one blogger wrote that he didn't enjoy reading the novels at all. "The story is just like 'that', so predictable. There is no new surprising theme inside." Instead, he even really enjoyed the movies. He was super amazed with the extraordinary visual effects.

Homer's The Odyssey translated by Emily Wilson | Hay Festival Book Club  AUGUST 2024 - YouTube

 Nevertheless, I am of opinion that no matter what Emily has to feel grateful toward Chris Nolan because after Nolan's THE ODYSSEY movie became the box office, more people are hunting the book of THE ODYSSEY translated by Emily Wilson! 

PT56 14.27 30 July 2026 

Meme

So far, this picture of Zendaya as Athena in THE ODYSSEY is the most chosen as meme in threads. 😀 and all of them are so hilarious! 😂 I will copy some of them below.

Maybe I should try dating again.

Athena: ... 

 

All the unread books on my shelf watching me buy new books

Putting this picture in my wallet so when I go to spend money Zendaya will look at me disapprovvingly and me reconsider.

That look Athena gives me whenever I walk into a bookstore knowing I have a stack of books at home.

Me at 1am: "I'll just watch one more episode then I'll go to bed.

Athena: ...

Athena when I say I'm going to go to bed early tonight ...

 My unread books watching me scrolling me through threads.

Finishing the dishes and seeing the one pot left on the stove that I forgot.

Athena when I answer a work email on my day off.

 Someone said, "no spoilers the Odyssey."

Athena: "Bro, you've had 3000 years to read the book. 

Me ovulating: "That very mid, repulsive man looks extremely fine today. 

Athena: ..

Wednesday, July 22, 2026

From Sapiens

 


... tugas ahli sejarah bukan mengenang masa lalu, melainkan memerdekakan manusia darinya. Bila kita mempelajari bagaimana cerita-cerita yang kita percayai tercipta, kita bisa mengerti cara mengubahnya. Manusia adalah hewan yang bercerita, dan masyarakat manusia tak bisa berfungsi tanpa cerita. Namun pada akhirnya, cerita-cerita itu hanya alat yang kita ciptakan untuk membantu kita. Jika suatu cerita menyebabkan lebih banyak keburukan daripada kebaikan, kita selalu bisa mengubah ceritanya. 

('Sapiens' halaman xvi, Yuval Noah Harari)

GM Jalma 12.01 22 July 2026

from the Odyssey the movie



Odysseus: “Why don’t the gods speak to humans in a language we can understand?”

Athena: “Are fire, wind, the sea, pain, love, and beauty not already a language?”

 

Perhaps the universe has never been silent. We simply were not meant to hear it only with our ears but to feel it with our hearts.

 


Monday, July 20, 2026

Sowan ke rumah Pak Jokowi

 


Sebenarnya, sejak aku dan adik-adik tahu bahwa Pak Jokowi memberi kesempatan kepada siapa pun yang datang ke rumah beliau untuk bersalaman dan berfoto bersama, kami sudah kepengen sowan ke rumah beliau. Aku yang sering ke Solo selalu 'menyisihkan' keinginan ini hingga satu saat nanti kami sekeluarga punya kesempatan untuk sowan bareng. So? ya setiap kali aku dolan ke Solo, aku tidak pernah menyelipkan keinginan untuk ke Jl. Kutai Utara no 1.

Hingga seminggu sebelum ulang tahun Presiden ketujuh Indonesia itu, Fitri pamer fotonya bersama Pak Jokowi! ya, Fitri juga sudah beberapa kali bertanya kepadaku kapan aku akan sowan ke rumah Pak Jokowi, dan aku selalu bilang, "belum sempat." Ternyata, kurang seminggu ulang tahun Pak Jokowi, Fitri menyempatkan diri sowan. Dan ... hal ini membuatku ingin segera sowan ke rumah Pak Jokowi, tidak perlu menunggu kapan kedua adikku punya kesempatan.


 

Aku berangkat ke Solo hari Sabtu 20 Juni 2026, setelah pulang ngajar. Hari Minggu 21 Juni 2026 -- tepat di hari ulangtahun Pak Jokowi yang ke-65 -- aku dan Ranz meluncur ke rumah Presiden Indonesia ketujuh ini. Kami sampa sana sekitar pukul 08.40. Grab yang kami naiki harus berhenti sebelum sampai gang Kutai Utara. Di jalan itu, kami melihat berderet karangan bunga mengucapkan selamat ulang tahun. You can imagine berapa ratus orang yang telah memenuhi area sekitar rumah Pak Jokowi. 

Tidak jauh dari Jl. Kutai Utara no. 1 ada satu tanah kosong di mana sudah dipasang tenda dan berderet meja yang tertata rapi dan berbagai kudapan telah ditata di atasnya. Di area ini juga disediakan ratusan kursi yang bisa diduduki oleh orang-orang yang dengan sabar menanti kesempatan untuk saling tegur sapa dan bersalaman sekaligus berfoto bersama Pak Jokowi.

Kurang lebih sekitar pukul 09.00 Pak Jokowi hadir, waktu itu aku sudah duduk di baris belakang di area yang kusebut di paragraf atas yang membuatku sulit untuk bergerak merangsek maju. Orang-orang yang berdiri di area luar bertepuk tangan heboh. Tak lama kemudian, Pak Jokowi memasuki area yang diberi tenda itu, bersalaman dan saling menyapa dengan orang-orang yang berdiri di area 'pintu' masuk. Setelah Pak Jokowi mempersilakan orang-orang untuk menikmati kudapan yang telah tersedia; sebagian kudapan itu dari katering Chilli Pari milik Gibran -- anak sulung Pak Jokowi yang sekaligus saat ini menjabat sebagai wakil presiden -- sebagian lain lagi kiriman orang-orang. 


 

Aku dan Ranz ikutan menikmati kudapan yang tersedia: gudangannya enak sekali! lalu kami nyantai saja duduk-duduk di tempat itu, sambil memandang orang-orang yang antri untuk bersalaman dengan Pak Jokowi. Aku sudah bilang ke Ranz bahwa aku bersikeras untuk menyempatkan diri untuk bersalaman dan berfoto bersama Pak Jokowi, meski aku tahu Ranz bukan tipe orang yang bisa tahan menunggu/antri. 

Ranz sempat merayuku untuk pulang saja dulu, lalu hari Senin pagi kami nyambangi rumah Pak Jokowi lagi, dengan harapan antriannya tidak sebegitu panjang 😀 atau saat itu, mending kami jalan-jalan dulu ke mana begitu kek, lalu sorenya kami balik lagi. Akhirnya aku setuju.

Namun, akhirnya justru Ranz yang mengusahakan aku mendapatkan kesempatan untuk bersalaman dan berfoto bersama Pak Jokowi siang itu! 😍😍😍 vibes positive dan bergembira sungguh sangat terasa, dan melihat Pak Jokowi secara langsung yang terlihat begitu bahagia di antara orang-orang yang bersukacita sowan ke rumahnya sungguh-sungguh bikin hati adem. 😍😍😍


 PT56 12.35 20 July 2026

 

Thursday, July 16, 2026

Big Bad Wolf Semarang 2026






BBW 2026 Semarang was held from 9 July until 19 July 2026 at Suri Ballroom, Queen City mall. 



THE ODYSSEY the movie

 





Sebagai seorang lulusan Sastra Inggris, namun mengaku tidak mampu memahami the whole story of THE ODYSSEY jika membaca bukunya sendiri, lol. maka menonton film untuk THE ODYSSEY karya Christopher Nolan adalah hal termudah (untuk memahami the whole story!) 😁😀😃

Meski sempat tidak kepikiran untuk menontonnya di bioskop beberapa bulan yang lalu, aku akhirnya mempertimbangkan untuk mengajak Angie menontonnya jika tiba saatnya THE ODYSSEY diputar di bioskop kota Semarang. dan tentu saja Angie bersuka-cita ketika aku mengajaknya ke bioskop.

Mungkin karena menurut Angie, aku sudah membaca kisah THE ODYSSEY, selama menonton dia bertanya kepadaku beberapa hal. misal, ketika tokoh Odisseus muncul, Angie bertanya, "Loh Ma, namanya Odisseus atau Odyssey?" lol. another question, "Ma, Agamemnon itu nama seorang karakter atau nama satu daerah?" lol. 

Film THE ODYSSEY diputar di bioskop kota Semarang mulai tanggal 15 Juli 2026. Kami pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menontonnya di hari pertama, dan aku super terkejut ketika membeli tiket, lebih dari setengah jumlah kursi di studio IMAX telah terjual! wow! jika dibandingkan ketika kami berdua menonton THE DEVIL WEARS PRADA beberapa bulan lalu, yang menonton sedikit waktu itu! 

"Honey, what made those people enthusiast to watch THE ODYSSEY? if me, it is very clear. as a graduate from English Department but I haven't read the book, I wanna watch the movie instead." 

dan Angie heran, lol, dan bilang, "astagah Maaa! pantas kemarin Angie nanya ini itu, Mama ga tahu jawabannya!" lol dan lebih lanjut dia bilang, "Orang-orang itu antusias menonton karena film ini dibuat oleh Christopher Nolan! That is why!"

oh begituuu. baiklaaaah. 😂



my most favorite character is Anne, she is always pretty and talented! and my second most character is Matt Damon, in my eyes he really depicted the character of Odisseus very well! 

 PT56 11.40 16 July 2026

Saturday, June 13, 2026

G u l a

 Gula Pasir, Inilah Manfaat dan Risiko di Baliknya - Alodokter

Alhamdulillah saya dilahirkan dalam keluarga yang gula darahnya normal, saat cek darah, seberapa pun minuman manis yang kami minum dalam sehari. Karena dibiasakan minum teh hangat manis di pagi hari oleh orangtua sejak kami sejak kecil, kami sekeluarga pun biasa membuat minuman teh manis di pagi hari, baik untuk diminum begitu saja, atau diminum setelah sarapan. Di saat-saat lain, jika ingin minum teh, di dapur sudah ada 'cemceman' teh. So, jika ingin bikin teh hangat, hanya tinggal ditambahi air panas, jika ingin es teh, cukup ditambahi es batu. 

Saat kecil, saya ingat bahwa saya nyaris tidak doyan minum air putih karena sama sekali tidak ada rasanya 😀 waktu sekolah, saya juga tidak biasa bawa air minum dari rumah, paling-paling jajan es teh di kantin sekolah saat istirahat, atau setelah pelajaran olahraga. Sehari paling hanya satu kali. Seingat saya, belum lazim orang jualan air mineral di zaman itu.

Ternyata bahwa saya melanjutkan kuliah di kota Jogja adalah satu blessing in disguise. Saya terpaksa minum air putih saat di kos, karena tidak praktis membuat minuman teh. (Saya tidak suka rasa teh celup. Seingat saya, waktu itu baru ada satu merk teh celup: s*** w****. Saya tidak suka rasanya: tidak ada sepet-sepetnya!) Saya benar-benar 'belajar' untuk membiasakan diri minum air putih untuk keperluan sehari-hari saat itu. Satu hal yang di kemudian hari 'menyelamatkan' saya. (Tubuh kita butuh minum air putih 8 gelas sehari kan ya?)

Another advantage bagi saya sendiri adalah sejak kecil saya tidak doyan mie instant. So, jika orang-orang bilang bahwa mie instant adalah makanan favorit anak-anak kos, ini tidak berlaku dalam hidup saya. Saat ngekos, saya rajin masak nasi, sayur dan lauk sendiri karena lebih hemat. Kadang-kadang saja saya beli di warung makan. 

Hari ini saya membaca satu thread seseorang yang ginjal kanannya tidak bisa bekerja dengan baik karena dia hobi sekali makan mie instant dan tidak suka minum air putih karena lebih suka minum air yang berperasa. 

I feel blessed. 

Wednesday, June 10, 2026

Longing

 


In English, we say,

"I miss my home."

But in poetry, we say,

 

"My heart is a song that nobody plays, 

A melody lost in the dust of the days.

Yet humming in silence, I hear it once more— 

The tune of the place that I long to restore."


You

 


The closer you get

The less magical you become

The more I know you

The more pathetic of me to love you

.

..

Therefore

I went away

 

GJ 12.05 10 June 2026


Tuesday, June 09, 2026

Gramedia Jalma Semarang

 


Terakhir aku dan Angie ke GM Semarang, sebelum direnovasi, mungkin sekitar pertengahan tahun 2025. Kondisi lantai 2 terlihat tidak serapi biasanya, banyak space kosong, juga banyak rak buku yang kosong. Pemandangan yang sungguh-sungguh membuatku patah hati. Aku selalu patah hati jika tahu ada sebuah toko buku yang terpaksa tutup karena jumlah pembeli yang turun drastis. Apalagi jika toko buku sebesar GM harus tutup, just imagine how broken my heart would be.

Well, bisa sih beli buku online, tapi keasyikan berkunjung ke toko buku, melihat-lihat judul buku yang ada, dan bisa langsung menyentuh buku-buku tersebut, sungguh tidak tergantikan jika dibandingkan dengan scrolling online store, karena kita hanya bisa memandangi judul-judul buku tersebut tanpa bisa menyentuh buku fisiknya. 

Duluuu, saat di kota Semarang masih ada beberapa toko buku diskon -- salah satunya Toga Mas -- GM adalah toko buku yang memberiku ide buku apa yang ingin aku beli, saat aku iseng lihat-lihat buku di sana. Lalu, aku akan hunting buku yang ingin aku beli itu di beberapa toko buku diskon. Namun, jika tak satu pun toko buku diskon itu menyediakan buku yang ingin aku beli, dengan riang gembira aku akan kembali ke GM, dan beli buku yang kutaksir itu di sana. 😁 

 Beberapa bulan setelah aku patah hati melihat kondisi GM seperti itu, Angie memberitahu bahwa GM Semarang akan melakukan renovasi besar-besaran; GM akan dikembangkan menjadi seperti Gramedia Jalma Melawai. GM akan direnovasi sehingga GM tak lagi hanya sekedar toko buku, namun juga satu lokasi yang menyediakan 'working space' di mana orang-orang bisa bersosialisasi. This info automatically healed my broken heart. 😍

Setelah tutup beberapa bulan untuk renovasi, Gramedia Semarang kembali dibuka untuk umum pada hari Jumat 5 Juni 2026 dan resmi menyandang nama GRAMEDIA JALMA. After visiting this place on Monday 8 June 2026, I think this will be one most favorable place to visit for me! Yay!!! Ada banyak buku yang disediakan free untuk dibaca di tempat, ada colokan buat ngecharge gadget, ber-AC, boleh bawa tumbler sendiri so tidak perlu beli minuman di cafe yang sekarang tersedia di lantai 2. Wonderful, isn't it?

 







PT56 09 June 2026

Sunday, June 07, 2026

Which restroom are you going to?

https://www.zurn.com/us/en/innovation-efficiency/total-restroom-solutions/_jcr_content/root/container_921018048/lkteaser_copy.imagetransformer.90.768.fileReference768.png/1770927998900/total-restroom-solutions-mobile-banner.png 

 

Beberapa hari yang lalu di satu media sosial, seorang dokter menulis keprihatinannya tentang seorang 'trans lesbian' yang memilih masuk ke toilet khusus perempuan. Mengingat ada kasus laki-laki mengenakan 'baju perempuan', masuk ke toilet perempuan, lalu melakukan pelecehan seksual, tentu saja hal ini membuat si dokter tidak terima.

"Yang punya penis, masuklah ke toilet laki-laki. Yang punya vagina, ya masuk ke toilet perempuan." Begitu si dokter menulis.

Sekian tahun lalu, aku pernah membahas hal ini dengan seseorang, laki-laki, yang nampaknya susah menerima 'kenyataan' bahwa manusia tidak bisa hanya dikategorikan 2 jenis: laki-laki berpenis, perempuan bervagina. Dia belum bisa menerima bahwa ada komunitas yang percaya bahwa di dunia ini ada 5 jenis 'gender'. (Please read an article about it in this link.)

Mengingat bahwa tidak semua orang bervagina itu merasa dirinya perempuan, dari penampilannya saja seseorang bisa dianggap terlalu maskulin, dan tidak semua orang berpenis merasa dirinya laki-laki, dan mungkin saja penampilannya menunjukkan seseorang itu 'feminin' aku berpikir bahwa sebaiknya minimal ada 4 jenis toilet yang disediakan di tempat umum. 

(1) toilet untuk mereka yang terlahir memiliki penis dan merasa diri mereka laki-laki

(2) toilet untuk mereka yang terlahir memiliki penis namun merasa diri mereka kurang maskulin

(3) toilet untuk mereka yang terlahir memilik vagina dan merasa diri mereka perempuan

(4) toilet untuk mereka yang memiliki vagina namun merasa diri mereka nampak terlalu maskulin

Mengapa demikian?

Banyak laki-laki merasa tidak nyaman ketika mereka berada di toilet saat mereka melihat laki-laki yang mereka tahu laki-laki itu gay. Mereka merasa khawatir jika si 'gay' ini akan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk melakukan semacam pelecehan seksual. Sebaliknya, perempuan yang nampak maskulin pun sering dicurigai akan melakukan hal-hal yang tidak senonoh saat masuk ke toilet khusus untuk perempuan karena "mereka nampak laki-laki sekali". 

https://media.cnn.com/api/v1/images/stellar/prod/200619190852-public-restroom-coronavirus.jpg?q=w_1600,h_1082,x_0,y_0,c_fill 

Atau, mungkin tempat-tempat umum seperti mall bisa kembali menyediakan toilet yang tidak seperti foto di atas ini. Sediakanlah toilet yang tidak berjajar seperti di atas, melainkan toilet yang 'berdiri' sendiri, seperti di pom bensin zaman dulu itu di mana baik laki-laku maupun perempuan bisa memanfaatkannya. Well, if you know what I mean 😃

PT56 14.36 07 June 2026 

Wednesday, June 03, 2026

'Want' versus 'Must'

 


One most incessantly hot topic of discussion in social medias (especially in Indonesia) is the so-called 'patriarchy'. (More than 2 decades ago, Ayu Utami, one writer who is popular with writing novels about women's rights to be equal, said that patriarchy was an obsolete topic! 2 decades ago!) Nevertheless, in fact, in this era, youngsters even choose to use this term: 'patriarchy' which refers to the meaning of being sexist.

Once in a while I happen to find some threads about this in social medias. This makes me realize that the topic about gender roles in society is still hotly debated. Reading the comments make me aware that no matter what happens, I still find people who are allergic to the term 'feminism' while in fact they do not really understand what feminists have done to increase the equality between men and women.  

Many people still do not understand the difference between 'I want to do this' and 'I must do this'.  And reading comments from people who fail to understand what lies behind the sentences make me realize the danger of the freedom people get online. People tend to write any random things online, and other people will read their 'threads' or anything else as something 'correct' .This is like blind people lead other blind people, and eventually they will harm other people.

I am still not talking about the dangerous use of AI, only less knowledgeable people 'shout' what they wanna tell the world online.

PT56 12.24 03 June 2026 

 

 

Tuesday, June 02, 2026

Dignitas: to live with dignity, to die with dignity.

 


For the first time I heard this organization -- dignitas -- was when I watched ME BEFORE YOU. I thought it was the same thing as euthanasia where the doctor 'gives something' to a terminally ill patient to help the patient end his or her suffering. The permission of doing this can be in the hand of the patient himself or herself or one member family of the patient. 

In fact, Switzerland does not approve the practice of euthanasia, where the patient sometimes seems helpless to determine his or her own life or death. On the contrary, Switzerland legally approves the practice of committing suicide where the patient does it by himself or herself.  Dignitas provides the service to accompany the patient when he or she commits suicide. 

To this point, my heart was broken more into smaller pieces when remembering how Louisa Clark failed to ensure Will that he would find his life meaningful and useful if he chose to go on living. Louisa apparently would love Will no matter what happens (not like Alicia who chose to leave Will and marry his best friend) and accompany him for the rest of their life. Will, on the other hand, loved Louisa so deeply that he didn't want to burden her life by going on living. 

Absolutely understood when nearing his last moment in life, Will wanted to be accompanied by Louisa -- not just his parents -- because he loved her and he was sure that Louisa loved him accordingly.

P.S.:

da*n, I still cannot move on from this movie. 

you perhaps would like to read this writing of mine here.  

https://i.pinimg.com/736x/20/93/73/209373c1a8aec956860621e61c6823aa.jpg 

PT56 12.45 

Orangtua yang durhaka

 

Baru saja aku membaca satu thread di satu media sosial tentang curhatan seorang anak. Sejak kecil ibunya tidak pernah peduli memberinya uang jajan saat dia pergi sekolah. Hingga satu kali ibunya minggat dari rumah, sehingga si anak kelimpungan mencari duit untuk membayar uang sekolahnya sendiri, dan menghidupi adiknya.

 

Setelah sekian tahun menghilang begitu saja, si ibu pulang ke rumah dalam kondisi hamil. Si anak pertama ini lagi yang harus membiayai segala kebutuhan rumah tangga.

 

What kind of mother is she? #sigh

 

Beberapa hari lalu, aku membaca thread lain. Seorang perempuan berusia 30-an, sudah memiliki pekerjaan yang mapan, sering membantu kebutuhan finansial keluarga inti maupun keluarga besar. Namun dia tetap dianggap sebagai seorang perempuan yang tidak berharga 'hanya' karena di usianya yang 'segitu' dia masih single. Dia menulis thread bagaimana jika dia cut off hubungannya dengan keluarganya, baik keluarga inti maupun keluarga besar.

 

Saat aku bercerita tentang hal ini ke Angie, to my shock, Angie bercerita bahwa salah satu bestie-nya mengalami hal ini. Sebegitu muaknya dia, sampai saat Idul Fitri bulan Maret lalu dia memilih tidak pulang ke Semarang karena ogah bertemu dengan keluarga dan harus mendengar omongan-omongan toksik. Sebagai ganti, selama cuti lebaran, dia dolan ke LN.

 

*****

 

Kasus pertama yang aku tulis di atas tentu bobotnya jauh lebih menyedihkan dibanding kasus yang kedua. Curhatannya itu diakhiri dengan pernyataan bahwa dia ingin minggat dari rumah, menikmati gajinya sendiri, untuk bersenang-senang, karena dia merasa bahwa hidupnya tidak akan lama. Sebelum dia meninggalkan dunia yang fana ini, dia ingin sesekali menikmati hidupnya sendiri, dengan gaji yang dia hasilkan dari kerja kerasnya.

 

N.B.:

I just wanna share random threads.

 

PT56 11.42 02 June 2026

 

In case you are interested, please read my other writing here.  


Monday, June 01, 2026

Shedding tears

 



Do you agree with me that sometimes people need to shed tears, to expose the feeling of emotional? Recently, as one 'excuse' for my wanting to shed some tears, I have once in a while been watching this: "ME BEFORE YOU.

FYI, I have been interested in listening to British accent. 😁

Tuesday, May 26, 2026

Sandwich Generation


 "Put yourself first, Clark. For once." Will said to Louisa. 

 When watching ME BEFORE YOU in this part, I just realized that 'sandwich generation' does not only happen in Indonesia. We can also find this phenomenon in western countries as well, hmmm ... minimally in England, just like what Jojo Moyes described in her novel ME BEFORE YOU.

And Will, whom some people said that he was a coward because he chose to die instead of going on living, gave Louisa freedom to live her life. First, Will gave Louisa's father a job so that the family didn't need to depend on Louisa's paycheck. Second, Will wrote Louisa's name as one of the beneficiaries after he passed. 


 "Live boldly, Clark. Push yourself. Don't settle. Just live well. Just live."

 

PT56 14.19 26 May 2026 

Monday, May 25, 2026

How dull is your life?


 

I believe not many people realize (or think) that their life is dull when they don't compare their life with others'. 

Around 20 years ago, my life was just like Louisa's, my daily ritual was just going to work then going home. My entertainment was just writing for blog. Once a week, I went swimming. Social medias were not as massive as they are now. And internet access was still very expensive. So, don't ask whether I spent some time in my daily activities watching youtube: too expensive! lol. Well, once in a blue moon I went to DVD rentals to rent some DVDs. Not bad, huh? However, as what Louisa said to Will, "I love my life. I never consider my life boring." And luckily, I never compare my life with others'.

My life has been no longer that dull these past a few years although of course it is not as interesting as in Will's mind, when he and Louisa were talking in this movie cut whose link I inserted above. 

Comparing my life with one good friend of mine, though, I am of opinion that my life is more colorful than her life because I have some hobbies: biking, swimming, and sometimes traveling. This good friend of mine did not have hobby except reading, while in fact, her daily routines in her job involve reading a lot., Moreover, she didn't like exercising. This became one big culprit why she suffered from depression after going back from the US where she pursued her PhD. 

PT56 15.03 25 May 2026 

P.S.:

I still cannot move on from ME BEFORE YOU, lol.  

Thursday, May 21, 2026

Making Choices 2

 

Me Before You 

Sam Claflin said that the main theme of ME BEFORE YOU is 'making choices': for someone who has suffered from tetraplegia: whether he or she will continue his or her life in the world while suffering severely for his or her whole life, or he or she will choose to have euthanasia. 

Making choices can be as simple as choosing what outfit to wear to go to work or the cinema, until more serious such as which school or college to go to,  or whether to marry your girlfriend or boyfriend, to the one that will decide someone's life or death.

In this movie, Will's mother strongly disagreed with Will's choice, while his father approved it. Both of them had their own reasons and I believe both loved their only son so very much. Because of love, they had two contradictory opinion.  

Louisa who at first also disapproved Will's decision finally decided to accompany Will in his last moment in the world. Both actions of Lou were also triggered by her love and care for Will.

--------------------

Another writing of mine related to making choices can be read here.  

PT56 15.00 21 May 2026 


Wednesday, May 20, 2026

Validasi Diri 2

 


Baru saja di satu media sosial aku membaca curhatan seorang, laki-laki. Dia terpaksa melaporkan seorang perempuan yang rencananya akan dia nikahi di bulan Mei 2026 ini ke kepolisian. Perempuan itu ternyata telah 'membelanjakan' uang di tabungan yang harusnya dipakai untuk biaya resepsi, tanpa sepengetahuannya. Selain itu, perhiasan emas yang telah dia beli sebagai mas kawin pun lenyap. Ditambah lagi, perhiasan emas milik ibunya yang dia titipkan kepada si perempuan untuk dijual -- demi menambah dana untuk resepsi -- pun raib. Perhiasan emasnya raib, uangnya pun tidak jelas ke mana juntrungnya.

 Laki-laki yang curhat ini menulis bahwa si perempuan semula ngekos di rumahnya -- bisnis ibunya: rumah kos-kosan -- lalu mereka mulai dekat, sampai si perempuan bisa ngekos secara gratis, bahkan untuk makan pun ditanggung oleh si ibu. Perempuan ini nampak sangat innocent, lemah lembut, yang membuat si laki-laki ini berpikir tentu karakternya pun begitu: lugu, lemah lembut, tidak mungkin akan menjadi seorang kriminal.

Di antara sekian banyak komentar, aku tertarik pada satu komentar, "Memang ya laki-laki itu butuh validasi diri bahwa dia itu bisa menjadi pahlawan untuk melindungi perempuan yang lugu dan lemah."

Berbicara tentang validasi ini, saya teringat pada kasus para perempuan yang menganggap diri bisa menjadi pahlawan dengan tetap memacari laki-laki yang 'bermasalah': misal merokok, addicted to drugs, atau yang lebih kekinian: ketagihan judi online. Atau satu masalah 'klasik': bagi kaum relijiyes, ada perempuan yang tidak keberatan memacari atau (sampai) menikahi laki-laki yang tidak bisa mengaji atau tidak biasa melakukan ritual keagamaan karena dia yakin dia akan bisa membimbing si laki-laki agar bisa menjadi seorang Muslim yang kaffah.  (Shhtttt, I am talking about myself, the old Nana, long time ago, lol.) 

PT56 14.56 20 Mei 2026 

Transportasi online

 

Sependek ingatan saya, transportasi online ini mulai memasyarakat sekitar 10 tahun yang lalu, tahun 2016. Awalnya, suara pro kontra santer terdengar; terutama antara ojek pangkalan dan ojek online. Satu ketika dulu, komunitas ojek (menggunakan kendaraan sepeda motor) pangkalan 'susah ditembus': tidak mudah untuk masuk ke dalam komunitas itu. Tidak sembarang orang bisa menjual jasa menjadi tukang ojek di sembarang tempat. Keberadaan ojek online dengan menggunakan aplikasi gojek atau grab, atau pun maxim memudahkan siapa pun yang tidak punya pekerjaan tetap namun memiliki kendaraan sendiri untuk mencari uang. 

Selain itu, yang kontra menyatakan bahwa kendaraan bermotor ini tidak aman dijadikan 'transportasi umum'. Saat itu, saya abstain saja, tidak menolak juga tidak menerima. Namun, jika ada orang-orang di sekitar saya yang dengan keukeuh menyatakan ketidaksetujuannya dengan keberadaan transportasi 'umum' online ini saya mengatakan bahwa keberadaan transportasi umum online ini lebih memudahkan sebagian orang untuk mendapatkan pekerjaan, tidak perlu susah-susah agar bisa diterima di satu komunitas ojek pangkalan. Selain itu, kenyataan bahwa transportasi online ini telah memudahkan perjalanan Angie tatkala dia pergi ke luar kota -- tanpa saya -- tentu membuat saya sangat mengapresiasi keberadaannya.

Baru menjelang akhir tahun 2021 saya memiliki aplikasi transportasi online ini di gadget; saat saya harus sering pulang pergi ke Solo untuk fisioterapi karena otot kaki bermasalah. Jika biasanya saya membawa sepeda lipat saat pergi ke luar kota, saat itu, saya tidak bisa melakukannya. Fisioterapis saya menengarai bahwa permasalahan otot di kaki saya disebabkan oleh posisi kaki saya yang tidak aman alias tidak tepat saat mengendarai sepeda, selama puluhan tahun! So? Saya disarankan untuk sementara menghindari naik sepeda.

Tentu saja kemudahan transportasi online ini membuat saya semakin sering memanfaatkannya hingga sekarang. 

Satu tahun yang lalu, saya dan Ranz saya dolan ke satu destinasi wisata di Solo. Karena waktu itu kami berenam, Ranz pesan taksi online untuk berenam. Ketika sang driver ngechat Ranz, "ada berapa penumpang?" Ranz nampak gusar, "why the hell he asked me such a question? orang kita pesan mobil untuk berenam ya jelas kita berenam lah. Kalau pun kita hanya berlima, atau kurang dari itu, ya gapapa kan?" Saya cuma manggut-manggut, sambil heran juga, mengapa kastemer harus ditanyai seperti itu yak.

Nah, beberapa hari yang lalu, saya pergi dengan Angie, adik, dan keponakan. Kami berlima. Tentu saja saya memesan taksi online dengan mobil berkapasitas untuk 6 orang. Tidak lama kemudian, sang driver bertanya, "untuk berapa orang?" Nah lo! akhirnya saya mengalaminya sendiri! Saya jawab pendek saja, "6."

Saat mobil datang -- toyota veloz -- si driver berkata, "yang berempat duduk di satu baris saja ya." Dalam hati saya berpikir, "Lah, saya bayar lebih mahal itu biar kami berlima bisa duduk nyaman kok malah disuruh berdempet-dempetan." Dengan tegas saya menjawab, "Jangan. Biar yang dua orang duduk di baris belakang." Driver bilang, "Soalnya, jika duduk di baris belakang, tidak ada 'space' yang cukup untuk kaki." Lah, saya kian heran. Jika dia tahu kalau kondisi mobilnya seperti itu, seharusnya dia hanya mengambil pesanan kastemer yang hanya untuk 4 orang kan ya?"

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRUHbNRC0i2PFM20kPiqV4uq2H_bOfT82qZbMHeJ67mse09Nf58qFE5TIAAHwO5E6-E0_7EVGSjMBoBT-nVpS1btd1e4p-7tR1D5nf36Q&s=10
dari luar nampak besar ya, tapi kok ternyata nganu yak?

 

 

Tuesday, May 19, 2026

Kopi versus sirup

ini caramel OTR americano, my fave drink at Starbucks, pakai saus caramel, gelas satunya chocolate

 

Lebih dari satu dekade lalu, seorang kawan medsos -- yang kebetulan adalah kawan SMP -- menulis di dindingnya bahwa peminum kopi sejati itu minum kopi tanpa gula. "Kalau kopi pakai gula itu, namanya bukan lagi kopi, melainkan sirup." aku ngekek membacanya, waktu itu, waktu aku masih minum cappuccino sachetan saja masih aku beri tambahan gula. wakakakaka ...

Setelah itu, aku mencoba minum cappuccino sachet itu tanpa kutambahi gula. ternyata aku survive! lol. well, zaman itu, saat hampir tiap hari aku bersepeda sejauh minimal 30 kilometer, aku jelas selengekan banget dengan asupan minuman yang masuk dalam tubuhku.

aku pun akhirnya mencoba minum kopi hitam -- orang-orang bilang kopi 'americano' yak, meski menggunakan kopi merk lokal, such as nescafe, tuguluwak, dll. (eh, am I right? lol) -- tanpa gula. 

dan, setelah aku 'survive' minum kopi (hitam) tanpa gula, aku suka godain kawan kerja yang masih butuh memasukkan gula dalam kopi yang mereka minum, "eh, you know what? ini sih namanya sirup, bukan kopi!" lalu kami tertawa bareng.

*****

beberapa hari yang lalu, aku membaca di salah satu medsos curhatan seseorang yang ditertawakan oleh seorang barista saat orang itu jajan kopi 'americano' dengan minta diberi gula.  sebegitu viral curhatan itu, dengan komentar netizen yang bermacam-macam, hingga akhirnya aku membaca tulisan seseorang bahwa si barista akhirnya kena layoff karena tidak menghormati kastemer. 

aku ingat, satu waktu dulu, aku jajan kopi di satu gerai fastfood, aku unggah fotonya di medsos, lalu seorang kawan lama komentar, "kapan-kapan kalau aku dolan ke Semarang, aku ajak ngopi beb, ngopi yang sesungguhnya, bukan kopi ala-ala seperti ini!" aku iyain saja. 

she did come to Semarang. (she used to be my student in the English course where I have been teaching since 1996.) we did go to a cafe and bought americano -- without sugar -- and talked for hours, for old time sake. kulihat wajahnya somewhat 'amazed' waktu tahu aku pesan 'americano'. untunglah dia datang setelah aku doyan minum kopi hitam tanpa gula! wkwkwkwk ...

how about you? do you drink coffee with sugar or without sugar? 

PT56 14.37 19 May 2026 

Monday, May 18, 2026

Body Dysmorphic Disorder

 


Honestly, I haven't moved one from Sam Claflin after watching ME BEFORE YOU, lol. Today, when browsing youtube, I found a video where Sam mentioned that he has suffered from this BDD a.k.a Body Dysmorphic Disorder. When anorexia nervosa or bulimia usually happens among women, this BDD can happen in both men and women.

 

 Frankly, I just knew that this kind of thing -- not feeling confident with our own appearance -- is considered a kinda disorder! I thought this is something that everybody undergoes in his or her life, either in his or her teenage years or even after he or she grows as adults. The older someone is, the more receptive he or she will be. When someone gets older, I assume that he or she will be wiser to accept their appearance just the way he or she is.

 

After reading an article about this, I started suspecting that I have this psychological disorder. One easy hint why I have this disorder is that I reluctantly meet up old friends, worrying if they will not be able to recognize me anymore now that I am getting older. (read => I have become ugly! I am no longer as pretty as I used to be.) ridiculous, huh? Lol.

 

So, I tried to figure out the trigger. (FYI, I am not anorexic or bulimic.) from one article I read, I think the trigger was my being perfectionist, perhaps also I think there is social pressure that women must always look good in any age.

 

Don't worry. I have tried to reduce this feeling. Once my best friend said to me, "When you grow old, your old friends also grow old. If you feel that you will look uglier once you become older, your old friends also undergo the same thing as you!"

 

Do you think you also experience this thing?

 

PT56 14.52 18 May 2026

https://hips.hearstapps.com/hmg-prod/images/766/articles/2017/05/gettyimages-614354640-1509127922.jpg?resize=1400:*
Sam Claflin, isn't he gorgeous?

 you may find this reading about BDD interesting (It is in Bahasa Indonesia.)

here is another writing about Sam Claflin.  (Note: he is not married anymore at the moment)

Watching Movies for free

 

Around a year ago, one friend gave me a link where I can watch movies for free. Since then on, I have spent some time to watch some movies in my gadgets (laptop, tab, or HP). Long long time ago, (it means I already forgot the exact time, lol), I sometimes rented VCD/DVD to watch some movies I wanted to watch. After the era of this renting VCD/DVD was gone, I no longer watch any movies, except if out of the blue I want to watch a certain movie so I go to the cinema (which I super rarely do).

 

That's why I never consider myself as a movie freak, I still choose to be classified into book collectors. (I love buying and collecting books, although it doesn't guarantee that I will read the books I have bought, lol.) After I got the link, I now and again scroll youtube to find out some ideas what movies to watch. 'Just like heaven', 'Me Before You', 'The Imitation Game', 'Hope Gap' are some samples of titles that I have watched in that link, after scrolling youtube. This made me remember one discussion when I was in college: films / movies are the 'modern' version of novels/plays. This reduced my guilty feeling to spend more time watching movies instead of reading books. (ho ho, can you see my point here?)

 

After watching ME BEFORE YOU, I really want to buy the novel and read it. When browsing about this novel, I found out that Jojo Moyes already wrote its sequels: 'After You' and 'Still Me'. Of course I easily can buy them online. However, I am too stingy to spend the shipping fee, lol. I am still trying my luck to find those three books in the bookstore nearby my town.

 

FYI, starting around one month ago, the link I got from my friend (to watch movies for free) recently has been accidentally (?) 'censored' by the government, I have lost one pastime, while in fact I have made a list of some movies I wanna watch (for free of course, lol). Hhh …

 

PT56 14.19 18 May 2026

 

N.B.:

 

Perhaps you will find this article interesting to read.  

Saturday, May 16, 2026

Dolan ke Balkondes Borobudur

 


Akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk dolan ke Magelang lagi, terutama 'berkeliaran' di area sekitar Borobdur. Sejak dolan ke Borobudur untuk turut 'merasakan' perayaan Waisak di tahun 2013, aku suka menginap di area sekitar Borobudur, suasananya terasa magis buatku.

 

Kamis 14 Mei 2026

 

Kali ini, aku dolan ke Magelang bersama kawan-kawan kerja. 2 kendaraan yang kami carter meninggalkan tikum -- kantor -- pukul enam pagi, sesuai dengan yang kami rencanakan. Perjalanan cukup lancar, meski kami baru sampai di Balkondes Borobudur 15 menit lebih terlambat dari yang kami harapkan, pukul 08.15.




 

Sesampai lokasi, kami disambut dengan kudapan-kudapan berupa ketela rambat berwarna ungu yang direbus, rasanya manis sekali, nagasari, klepon dan tahu bakso, semuanya enak. Untuk minuman, kami bisa memilih antara wedang jeruk sereh, wedang jahe, dan teh. Kami pun langsung menikmati santapan yang telah disediakan oleh pihak Balkondes Borobudur yang terletak di Jl. Borobudur Ngadiharjo. Tahun 2013 dulu, aku dan Ranz menginap di satu rumah penduduk semalam, di area sini, setelah turut menghadiri acara Waisak. Masa itu belum ada Balkondes.



 

Sekitar pukul 08.45, 5 buah mobil VW yang kami sewa sudah siap meninggalkan Balkondes. Kami berenambelas (ada 5 rekan kerja yang tidak bisa bergabung) menaiki 5 mobil VW yang ada. Aku sengaja mengajak Tri dan Ani naik yang berwarna pink karena Tri bilang anaknya suka warna itu. (Pasti anaknya akan senang melihat foto Ibunya naik VW dengan warna kesayangannya!)

 

Kami memilih 3 UMKM untuk kami kunjungi. Yang pertama adalah UMKM pembuatan rengginang. Yang kedua adalah UMKM pembuat kue moaci dan yanko. Lokasi ketiga yang kami datangi adalah lapangan Tuksongo, yang memang merupakan spot foto yang tidak pernah dilewati untuk berfoto-foto. UMKM ketiga yang kami kunjungi adalah peternakan lebah yang menghasilkan madu.




Usai touring dari satu desa ke desa lain dengan naik VW selama kurang lebih 2 jam, kami  kembali ke Balkondes untuk beristirahat sambil makan siang. Menu: sayur asem, tumis daun pepaya, trancam, tempe kripik, ayam goreng dan krupuk. Usai makan siang, kami bermain-main dengan kuis-kuis, pembagian door prize, sekaligus saling tukar kado.

 


 

Sekitar pukul 14.00, kami menuju ke lokasi berikut: Bukit Rhema di mana di sana terletak 'rumah doa' untuk segala agama, yang lebih dikenal luas sebagai 'gereja ayam' meski sebenarnya bentuknya adalah burung merpati. Menurut guide yang menemani kami, sebenarnya ini bukan gereja saja, namun rumah doa untuk semua orang yang ingin berdoa, dari berbagai agama. Di sini juga ada mushola tempat kaum Muslim untuk melakukan shalat.

 

Pukul empat sore, kami sudah kembali masuk ke dua kendaraan yang kami naiki dari Semarang. Tujuan berikutnya adalah satu toko oleh-oleh di mana sebagaian dari kami sekaligus 'nunut' untuk melakukan shalat asar.

 

Sekitar pukul setengah lima kami sudah meninggalkan toko oleh-oleh yang terletak di Jl. Jendral Sudirman nomor 299, atau Jl. Magelang - Jogja km 6.

 

Sekitar pukul 18.45 kami sudah kembali sampai di kantor. Alhamdulillaaah. Next time, kami dolan bareng-bareng lagi. Aamiin.

 

MS48 13.02 16 Mei 2026