Akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk dolan ke Magelang lagi, terutama 'berkeliaran' di area sekitar Borobdur. Sejak dolan ke Borobudur untuk turut 'merasakan' perayaan Waisak di tahun 2013, aku suka menginap di area sekitar Borobudur, suasananya terasa magis buatku.
Kamis 14 Mei 2026
Kali ini, aku dolan ke Magelang bersama kawan-kawan kerja. 2 kendaraan yang kami carter meninggalkan tikum -- kantor -- pukul enam pagi, sesuai dengan yang kami rencanakan. Perjalanan cukup lancar, meski kami baru sampai di Balkondes Borobudur 15 menit lebih terlambat dari yang kami harapkan, pukul 08.15.
Sesampai lokasi, kami disambut dengan kudapan-kudapan berupa ketela rambat berwarna ungu yang direbus, rasanya manis sekali, nagasari, klepon dan tahu bakso, semuanya enak. Untuk minuman, kami bisa memilih antara wedang jeruk sereh, wedang jahe, dan teh. Kami pun langsung menikmati santapan yang telah disediakan oleh pihak Balkondes Borobudur yang terletak di Jl. Borobudur Ngadiharjo. Tahun 2013 dulu, aku dan Ranz menginap di satu rumah penduduk semalam, di area sini, setelah turut menghadiri acara Waisak. Masa itu belum ada Balkondes.
Sekitar pukul 08.45, 5 buah mobil VW yang kami sewa sudah siap meninggalkan Balkondes. Kami berenambelas (ada 5 rekan kerja yang tidak bisa bergabung) menaiki 5 mobil VW yang ada. Aku sengaja mengajak Tri dan Ani naik yang berwarna pink karena Tri bilang anaknya suka warna itu. (Pasti anaknya akan senang melihat foto Ibunya naik VW dengan warna kesayangannya!)
Kami memilih 3 UMKM untuk kami kunjungi. Yang pertama adalah UMKM pembuatan rengginang. Yang kedua adalah UMKM pembuat kue moaci dan yanko. Lokasi ketiga yang kami datangi adalah lapangan Tuksongo, yang memang merupakan spot foto yang tidak pernah dilewati untuk berfoto-foto. UMKM ketiga yang kami kunjungi adalah peternakan lebah yang menghasilkan madu.
Usai touring dari satu desa ke desa lain dengan naik VW selama kurang lebih 2 jam, kami kembali ke Balkondes untuk beristirahat sambil makan siang. Menu: sayur asem, tumis daun pepaya, trancam, tempe kripik, ayam goreng dan krupuk. Usai makan siang, kami bermain-main dengan kuis-kuis, pembagian door prize, sekaligus saling tukar kado.
Sekitar pukul 14.00, kami menuju ke lokasi berikut: Bukit Rhema di mana di sana terletak 'rumah doa' untuk segala agama, yang lebih dikenal luas sebagai 'gereja ayam' meski sebenarnya bentuknya adalah burung merpati. Menurut guide yang menemani kami, sebenarnya ini bukan gereja saja, namun rumah doa untuk semua orang yang ingin berdoa, dari berbagai agama. Di sini juga ada mushola tempat kaum Muslim untuk melakukan shalat.
Pukul empat sore, kami sudah kembali masuk ke dua kendaraan yang kami naiki dari Semarang. Tujuan berikutnya adalah satu toko oleh-oleh di mana sebagaian dari kami sekaligus 'nunut' untuk melakukan shalat asar.
Sekitar pukul setengah lima kami sudah meninggalkan toko oleh-oleh yang terletak di Jl. Jendral Sudirman nomor 299, atau Jl. Magelang - Jogja km 6.
Sekitar pukul 18.45 kami sudah kembali sampai di kantor. Alhamdulillaaah. Next time, kami dolan bareng-bareng lagi. Aamiin.
MS48 13.02 16 Mei 2026


No comments:
Post a Comment