![]() |
| tatanan di Gramedia Jalma Semarang |
So far, aku hanya tahu goodreads sebagai salah satu komunitas membaca di Indonesia, selain BBI yang merupakan singkatan dari Blogger Buku Indonesia. Pertama kali tahu komunitas goodreads, aku sempat tertarik ingin bergabung. Namun ketika tahu 'cara mainnya', aku langsung mundur teratur. 😁 aku lupa tepatnya ini kapan, mungkin sekitar 15 tahun yang lalu, atau lebih ya.
Seingatku, satu cara main komunitas goodreads adalah: para anggota akan mendapatkan instruksi untuk membaca satu buku yang sama, lalu pada satu waktu tertentu, para anggota akan mengadakan kopdar untuk membahas isi buku bersama-sama. Well ... count me out lah kalau aturannya begini 😃 aku akan membaca buku yang ingin kubaca, bukan yang 'diinstruksikan untuk dibaca'.
Adikku sendiri kadang cerita tentang komunitas BBI yang 'pernah' dia ikuti. Kadang dia ikutan kopdar di beberapa kota yang dipilih oleh para anggota untuk ... well, mungkin untuk membahas buku-buku yang mereka baca? aku tidak pernah curious bertanya tentang hal ini sih.
![]() |
| beberapa buku untuk dibaca di tempat di GM Jalma Semarang |
Setelah toko buku Gramedia Semarang 'bermetamorfosa' menjadi Gramedia Jalma dan menyediakan spot-spot khusus di mana para pengunjung bisa membaca buku (dan Gramedia menyediakan puluhan buku yang bisa dibaca di tempat) dan mungkin juga berdiskusi tentang buku, aku jadi suka dolan ke Gramedia. Ternyata, membaca di satu lokasi di mana orang-orang yang ada di sana juga melakukan kegiatan yang sama -- membaca -- menaikkan hasrat kita untuk lebih serius membaca! Kita akan kian bersemangat membaca, dan lebih mudah menyingkirkan distraksi ingin melakukan hal-hal yang lain; misal tidur, lol saat diserang rasa kantuk.
Beberapa minggu yang lalu -- setelah Gramedia menjadi Gramedia Jalma, dan aku suka menyambanginya untuk 'nunut' membaca buku -- aku menemukan istilah "komunitas membaca" di media sosial, di mana orang-orang berkumpul di satu lokasi untuk membaca bersama. Orang-orang ini membawa buku mereka sendiri dari rumah, di lokasi yang ditentukan, mereka akan melakukan hal yang sama, yakni membaca. Aku pun langsung tertarik. Sudah aku buktikan bahwa jika aku membaca buku di mana orang-orang di sekitarku juga sedang konsentrasi membaca buku, I feel more encouraged to read.
Nevertheless, sisi introvert-ku yang kian 'dalam' setelah covid, plus setelah dengan sengaja aku meninggalkan facebook, aku ogah berkenalan dengan orang-orang yang ada di sekitarku dan ngobrol dengan mereka. 😎 yang aku inginkan ya hanya datang ke satu lokasi di mana banyak orang melakukan hal yang sama yang aku lakukan: membaca buku.
'people who read in public places are just performative'
aku menemukan kalimat di atas di threads, yang membuatku teringat satu pengalaman lebih dari 15 tahun yang lalu. (ahaayyy, kisah lucu ini bisa dibaca di link ini yaaa) seseorang mengataiku cari perhatian hanya gegara aku membaca buku di pantai! 😁
well, memang nampaknya benar bahwa banyak orang yang tidak bahagia dalam kehidupannya di dunia nyata menumpahkan pelampiasannya di media sosial 😝 lha coba itu, ada orang membaca di tempat umum, lalu orang yang tidak bahagia ini menuduh si pembaca hanya caper! lol.
nah, kembali ke komunitas membaca. pastinya asyik ya jika ada satu area di mana kita akan menemukan banyak orang yang sedang membaca. selain kita akan kian excited untuk membaca, kita tidak akan dituduh cari perhatian, lol, meski tentu aku tidak akan peduli sih jika dianggap sedang cari perhatian, lol. emang gue pikirin? 😛 but still, sampai sekarang, aku tidak tertarik bergabung dengan komunitas di mana orang-orang di dalamnya akan membaca buku yang sama, lalu kopdar untuk membahas buku itu. count me out 😉
eh, beda lah jika aku yang menentukan untuk membaca satu buku, seperti saat aku bekerja sebagai dosen atau guru sekolah 😆 duluuuuuuuuuuuuuu ...
Well? so far, aku ngapeli Gramedia Jalma saja deh, buat 'nunut' baca buku.
PT56 14.57 13 Agustus 2026
![]() |
| gambar kuambil dari google |



No comments:
Post a Comment