Search

Thursday, August 13, 2026

Komunitas Membaca

tatanan di Gramedia Jalma Semarang

 

So far, aku hanya tahu goodreads sebagai salah satu komunitas membaca di Indonesia, selain BBI yang merupakan singkatan dari Blogger Buku Indonesia. Pertama kali tahu komunitas goodreads, aku sempat tertarik ingin bergabung. Namun ketika tahu 'cara mainnya', aku langsung mundur teratur. 😁 aku lupa tepatnya ini kapan, mungkin sekitar 15 tahun yang lalu, atau lebih ya. 

Seingatku, satu cara main komunitas goodreads adalah: para anggota akan mendapatkan instruksi untuk membaca satu buku yang sama, lalu pada satu waktu tertentu, para anggota akan mengadakan kopdar untuk membahas isi buku bersama-sama. Well ... count me out lah kalau aturannya begini 😃 aku akan membaca buku yang ingin kubaca, bukan yang 'diinstruksikan untuk dibaca'. 

Adikku sendiri kadang cerita tentang komunitas BBI yang 'pernah' dia ikuti. Kadang dia ikutan kopdar di beberapa kota yang dipilih oleh para anggota untuk ... well, mungkin untuk membahas buku-buku yang mereka baca? aku tidak pernah curious bertanya tentang hal ini sih.  

beberapa buku untuk dibaca di tempat di GM Jalma Semarang

Setelah toko buku Gramedia Semarang 'bermetamorfosa' menjadi Gramedia Jalma dan menyediakan spot-spot khusus di mana para pengunjung bisa membaca buku (dan Gramedia menyediakan puluhan buku yang bisa dibaca di tempat) dan mungkin juga berdiskusi tentang buku, aku jadi suka dolan ke Gramedia. Ternyata, membaca di satu lokasi di mana orang-orang yang ada di sana juga melakukan kegiatan yang sama -- membaca -- menaikkan hasrat kita untuk lebih serius membaca! Kita akan kian bersemangat membaca, dan lebih mudah menyingkirkan distraksi ingin melakukan hal-hal yang lain; misal tidur, lol saat diserang rasa kantuk.

Beberapa minggu yang lalu -- setelah Gramedia menjadi Gramedia Jalma, dan aku suka menyambanginya untuk 'nunut' membaca buku -- aku menemukan istilah "komunitas membaca" di media sosial, di mana orang-orang berkumpul di satu lokasi untuk membaca bersama. Orang-orang ini membawa buku mereka sendiri dari rumah, di lokasi yang ditentukan, mereka akan melakukan hal yang sama, yakni membaca. Aku pun langsung tertarik. Sudah aku buktikan bahwa jika aku membaca buku di mana orang-orang di sekitarku juga sedang konsentrasi membaca buku, I feel more encouraged to read. 

Nevertheless, sisi introvert-ku yang kian 'dalam' setelah covid, plus setelah dengan sengaja aku meninggalkan facebook, aku ogah berkenalan dengan orang-orang yang ada di sekitarku dan ngobrol dengan mereka. 😎 yang aku inginkan ya hanya datang ke satu lokasi di mana banyak orang melakukan hal yang sama yang aku lakukan: membaca buku.

'people who read in public places are just performative' 

aku menemukan kalimat di atas di threads, yang membuatku teringat satu pengalaman lebih dari 15 tahun yang lalu. (ahaayyy, kisah lucu ini bisa dibaca di link ini yaaa) seseorang mengataiku cari perhatian hanya gegara aku membaca buku di pantai! 😁 

well, memang nampaknya benar bahwa banyak orang yang tidak bahagia dalam kehidupannya di dunia nyata menumpahkan pelampiasannya di media sosial 😝 lha coba itu, ada orang membaca di tempat umum, lalu orang yang tidak bahagia ini menuduh si pembaca hanya caper! lol. 

nah, kembali ke komunitas membaca. pastinya asyik ya jika ada satu area di mana kita akan menemukan banyak orang yang sedang membaca. selain kita akan kian excited untuk membaca, kita tidak akan dituduh cari perhatian, lol, meski tentu aku tidak akan peduli sih jika dianggap sedang cari perhatian, lol. emang gue pikirin? 😛 but still, sampai sekarang, aku tidak tertarik bergabung dengan komunitas di mana orang-orang di dalamnya akan membaca buku yang sama, lalu kopdar untuk membahas buku itu. count me out 😉

eh, beda lah jika aku yang menentukan untuk membaca satu buku, seperti saat aku bekerja sebagai dosen atau guru sekolah 😆 duluuuuuuuuuuuuuu ...

Well? so far, aku ngapeli Gramedia Jalma saja deh, buat 'nunut' baca buku. 

PT56 14.57 13 Agustus 2026 

Baca Buku Bersama di Taman Publik | tempo.co
gambar kuambil dari google

 

Wednesday, August 12, 2026

From Sapiens 2

 




   Salah satu di antara gelintir hukum besi sejarah adalah bahwa kemewahan cenderung menjadi kebutuhan dan melahirkan kewajiban-kewajiban baru. Begitu orang terbiasa terhadap satu kemewahan tertentu, mereka pun menerimanya sebagai suatu kewajaran. Lalu mereka mulai mengandalkannya. Akhirnya mereka mencapai satu titik di mana mereka tak bisa hidup tanpa kemewahan itu. ...


('Sapiens', halaman 105 - 106, Yuval Noah Harari)

    Kisah tentang perangkap kemewahan membawa pelajaran penting. Pencarian kehidupan yang lebih mudah oleh manusia melepaskan kekuatan-kekuatan perubahan yang merombak dunia dengan cara-cara yang tak dibayangkan atau pun diharapkan siapa pun sebelumnya. Tidak ada yang merencanakan Revolusi Pertanian atau mengusahakan timbulnya ketergantungan manusia terhadap budidaya padi-padian. Serangkaian keputusan sepele memiliki efek kumulatif yang memaksa para pemburu-pengumpul purba untuk menghabiskan hari-hari mereka memikul berember-ember air di bawah Matahari yang terik menyengat. (Halaman 107)

GM Jalma 15.31 05 August 2026


Menurut sains biologi, manusia tidak "diciptakan". Manusia berevolusi. Dan jelas manusia tidak berevolusi sehingga menjadi "setara". ... Setiap orang membawa sandi genetik yang agak berbeda, dan sedari lahir terpapar pengaruh lingkungan yang berbeda. Ini menyebabkan perkembangan sifat-sifat berbeda yang memberikan kemungkinan bertahan hidup yang berbeda-beda. Oleh karena itu "tercipta setara" seharusnya diterjemahkan menjadi "berevolusi secara berbeda." (halaman 139)

GM Jalma 14.56 12 August 2026

Saturday, August 08, 2026

How Old is Old? (2)


Di satu postingan media sosial hari ini, aku menemukan satu hal menarik: seorang perempuan menulis tentang apa yang diyakini oleh (sebagian) masyarakat Indonesia. It is something like this:

"Setelah mencapai usia 'tua' seorang perempuan seyogyanya cukup tinggal di rumah, perbanyak membaca kitab suci, bersih-bersih, masak, tidur. (begitu terus sampai) mati."

 

(ups, di postingan, si TS menggunakan istilah 'bau tanah' sebagai ganti kata 'usia tua'. TS hanya menyalin dan menempel komentar yang sempat ditulis di salah satu postingannya.)

 

Di kesempatan yang lain -- di hari yang sama juga, hari ini -- aku membaca satu status lain. Seorang anak (yang sudah dewasa) mendadak ingat sang Ibu dan Ibu mertua. Menyadari bahwa dia telah begitu sibuk dengan kegiatannya setiap hari, dia ingin menyapa sang Ibu, untuk bertanya apa kabar. Baik sang Ibu (kandung) maupun Ibu mertua menjawab hampir seragam: mereka sedang traveling bersama teman sekolah mereka dulu. Dan sang anak (yang sudah dewasa ini) pun bersyukur bahwa baik ibunya maupun ibu mertua sehat dan bahagia, memiliki kegiatan yang positif untuk membahagiakan diri sendiri.

 

***

 

Sekian tahun yang lalu, di facebook, seorang kawan yang usianya lebih senior dariku senang membagi foto-foto kegiatannya: menari di berbagai kesempatan, di banyak tempat. Di usianya yang tentu telah memasuki 'bracket' middle-aged, si kakak perempuan ini punya hobi yang membuat yang lain yang seusianya merasa iri atau justru merasa terinspirasi: 'berapa pun usiamu, lakukan hobimu yang positif yang akan membuatmu sehat dan bahagia.'

 

Apa boleh buat ya? Di masyarakat kita -- Indonesia -- masih banyak orang yang berpikir saat seseorang mencapai usia tertentu, hendaknya seseorang itu melakukan blablabla, seseorang itu tidak pada tempatnya jika melakukan blablabla, you name it.

 

Di satu postingan lamaku, aku menyitir pernyataan seseorang, "seseorang layak merasa tua jika dia berpikir bahwa his/her life expectancy tinggal 10 tahun lagi". The problem is: we will never know when our last day on this Earth will be kan ya. So? Just feel as young as we wanna be and do the best things we can do, for the good of ourselves as well as the good of other people. We can enjoy ourselves as long as we do NOT harm other people.

 

PT56 13.04 08 August 2026

 

Sunday, August 02, 2026

Quote

 


“Supaya hati tidak mudah terluka, hiduplah seolah-olah kau tidak mempunyai tempat istimewa di hati sesiapa pun.” 🥹🕊️

AD, 00.00 02 August 2026