Search

Tuesday, June 02, 2026

Orangtua yang durhaka

 

Baru saja aku membaca satu thread di satu media sosial tentang curhatan seorang anak. Sejak kecil ibunya tidak pernah peduli memberinya uang jajan saat dia pergi sekolah. Hingga satu kali ibunya minggat dari rumah, sehingga si anak kelimpungan mencari duit untuk membayar uang sekolahnya sendiri, dan menghidupi adiknya.

 

Setelah sekian tahun menghilang begitu saja, si ibu pulang ke rumah dalam kondisi hamil. Si anak pertama ini lagi yang harus membiayai segala kebutuhan rumah tangga.

 

What kind of mother is she? #sigh

 

Beberapa hari lalu, aku membaca thread lain. Seorang perempuan berusia 30-an, sudah memiliki pekerjaan yang mapan, sering membantu kebutuhan finansial keluarga inti maupun keluarga besar. Namun dia tetap dianggap sebagai seorang perempuan yang tidak berharga 'hanya' karena di usianya yang 'segitu' dia masih single. Dia menulis thread bagaimana jika dia cut off hubungannya dengan keluarganya, baik keluarga inti maupun keluarga besar.

 

Saat aku bercerita tentang hal ini ke Angie, to my shock, Angie bercerita bahwa salah satu bestie-nya mengalami hal ini. Sebegitu muaknya dia, sampai saat Idul Fitri bulan Maret lalu dia memilih tidak pulang ke Semarang karena ogah bertemu dengan keluarga dan harus mendengar omongan-omongan toksik. Sebagai ganti, selama cuti lebaran, dia dolan ke LN.

 

*****

 

Kasus pertama yang aku tulis di atas tentu bobotnya jauh lebih menyedihkan dibanding kasus yang kedua. Curhatannya itu diakhiri dengan pernyataan bahwa dia ingin minggat dari rumah, menikmati gajinya sendiri, untuk bersenang-senang, karena dia merasa bahwa hidupnya tidak akan lama. Sebelum dia meninggalkan dunia yang fana ini, dia ingin sesekali menikmati hidupnya sendiri, dengan gaji yang dia hasilkan dari kerja kerasnya.

 

N.B.:

I just wanna share random threads.

 

PT56 11.42 02 June 2026

 

In case you are interested, please read my other writing here.  


No comments: