Search

Monday, February 09, 2026

Solo 30 January - 01 February 2026

 

Akhir Januari 2026 aku ke Solo untuk 'menghibur' Ranz yang baru operasi bedah mulut: gigi bungsunya tumbuh dengan cara abnormal a.k.a miring, sehingga gigi bungsu ini menusuk gigi yang ada di sampingnya, sehingga Ranz sering mengeluh giginya sakit. Sebenarnya sudah cukup lama Ranz complain tentang hal ini tapi dia selalu punya banyak excuses untuk ke dentist, sehingga di awal bulan Desember 2025 seorang kawan kerja -- yang juga kenal Ranz, Ranz pun kenal dia -- menjalani operasi bedah mulut dengan kasus yang sama. Setelah itu, baru Ranz akhirnya mau mengikuti anjuranku: ke dokter gigi. Dan harus menjalani hal yang sama dengan Mima: operasi bedah mulut. 😃😃

Sabtu 31 Januari Ranz mengajakku ke Starbucks, jajan kopi, lalu kami jalan-jalan di Jl. Slamet Riyadi. FYI, jalan ini memiliki 'sidewalk' yang cukup lebar dengan pepohonan yang cukup menaungi para pejalan kaki, sehingga aku selalu suka berjalan-jalan di sini.






 

 



 

 

 

 

 

 

 

 Sabtu malam, kami jajan teh nasgitel di Wedangan Pak Basuki yang super bikin nagih 😂

 

 

 

 

 



 Minggu pagi, 1 Februari 2026 kami sepedaan ke CFD Jl. Slamet Riyadi. Aku sarapan nasi liwet di sini.

 


 

 

Setelah sepedaan ke CFD, aku ikut keluarga Ranz datang ke acara arisan keluarga besar ayahnya. Sore, kami berdua ke Lana Cafe, setelahnya, aku pulang ke Semarang naik travel yang poolnya hanya 3 langkah dari Cafe yang menyediakan buku-buku untuk pengunjung.

Guess what it is? 😊

 

iced lemongrass tea

 

Tahu cabe garam
Just left the pool otw back to Semarang

 PT 12.44 09 February 2026

A Different Corner

 


I'd say love was a magical flameI'd say love would keep us from painHad I been there, had I been there
I would promise you all of my lifeBut to lose you would cut like a knifeSo I don't dare, no I don't dare
'Cause I've never come close in all of these yearsYou are the only one to stop my tearsAnd I'm so scared, I'm so scared
Take me back in time maybe I can forgetTurn a different corner and we never would have metWould you care
I don't understand it, for you it's a breezeLittle by little you've brought me to my knees
Don't you careNo I've never come close in all of these yearsYou are the only one to stop my tearsI'm so scared of this love
And if all that there is, is this fear of being usedI should go back to being lonely and confusedIf I could, I would, I swear

PT56 12.09 09 February 2026 

May include: A black and white photograph of a man with lyrics from the song "A Different Corner" by George Michael. The lyrics are printed on a black background and framed in a clear acrylic block.

Thursday, February 05, 2026

#3 D i s t a n c e

 


"Distance is the main ingredient for longing, thus the main reason for separation." (Lala Bohang, The Book of Imaginary Beliefs, page 87.)


Membaca kalimat itu membuatku teringat seorang kawan 'maya'. Dia 'menemukanku' lewat blog, dan dia tertarik dengan cara pandangku tentang homosexuality. Dari sana, kai terhubung di satu media sosial. Hingga di satu hari kami bertemu, kopdar. Dengan suka cita dia memperkenalkanku pada kekasihnya, yang juga bersamanya waktu itu. 

Dia dan kekasihnya tinggal di 2 kota yang berbeda -- dengan jarak kurang lebih 350 kilometer -- meski masih di satu pulau: Jawa. Namun dia meyakinkanku bahwa jarak 350 km itu tak berarti apa-apa untuk 2 orang yang saling mencinta. 

Satu kali, kemujuran menghampirinya: dia diterima sebagai PNS. Namun, ada 'impact' di balik itu: jarak tinggal antara mereka berdua kia menganga: dia harus pindah ke ujung utara pulau lain! 

"Apa sih? Jarak itu hanya nama sebuah pohon," demikian kata sang kekasih, saat kawanku menyatakan keprihatinannya. "Nothing will change us." Lanjut sang kekasih. Dengan mata berbinar, kawanku memeluk erat kekasihnya, sebelum dia terbang ke kota baru.

Hingga satu kali aku membaca status temanku, "Katamu dulu jarak hanyalah nama sebuah pohon. Ternyata sekarang, jarak telah menjadi culprit perpisahan kita." 

*****

Sekian tahun telah berlalu. Blog yang dulu mereka tulis/isi bersama telah lama menghilang. (Dan aku kehilangan bacaan tentang 2 insan dengan sesama jenis yang saling jatuh cinta.)

Semoga keduanya telah move on. Tinggal aku yang terus menerus teringat hal itu. 

ADA MS54 16.09 05 February 2026

Monday, February 02, 2026

#2 Be thankful!

James Salter Quote: “As I look back, I see that life is like a game of 

 

"if you are not a part of any groups, communities, movements, and whatever labels they put on them you'll be able to see everything as a chaotic situation; be thankful." (Lala Bohang, The Book of Imaginary Beliefs, page 31)

 

"Dia itu pintar untuk mengumpulkan massa, namun dia tidak cukup pintar untuk memenej massa itu untuk membesarkan komunitasnya."

 

Membaca potongan kalimat di buku Lala Bohang di kutipan di atas mengingatkanku pada satu masa, seseorang mengucapkan kalimat di atas, yang dia tujukan kepadaku. Aku masih ingat dengan baik orang yang mengatakan hal itu, namun anehnya, aku tidak begitu ingat siapa yang menyampaikan kalimat itu kepadaku. Hanya samar-samar aku ingat, ini pun jika ingatanku benar, lol. Satu lagi yang aku ingat, hal ini terjadi sepuluh tahun yang lalu, 2016.

 

Well, pandemi covid 19 yang (sempat) nggegirisi itu terjadi di awal tahun 2020, yang menjadi excuse utama aku tak lagi melanjutkan event yang biasa aku gawangi sebulan sekali, dibantu oleh beberapa besties, terutama Ranz. Aku pun seperti kembali menjadi diriku sendiri yang aloof, solitary -- the real me.

 

I am not 'that' anti-social; I am just not sociable. I can be quite friendly, but not really friendly. Well, if you know what I mean.

 

Referring to the quote from Lala's book above, of course I agreed with her. I am thankful that I am not a part of any groups, communities, bla bla bla.

 

MS48 16.19 03 February 2026

 

N.B.:

guess what? one favorite 'game' I play is 'solitaire' 😄 and I love listening to Carpenters' solitaire. 

 


 

 

 

Sunday, February 01, 2026

#1 Semarang is (not) homey!

Don't believe this pic 😅 it never snows in Semarang

 

Intro:

in order to challenge myself to write for blog (again! 😂) starting today, I will write short 'story' in this blog for 30 days in succession. (luckily, I have been not 'that' busy anymore these recent weeks)

 

"Semarang is totally not homey!"

 

Demikianlah tulis seseakun di satu medsos. Dan, begitu saja, aku ingat seorang kawan yang memiliki slogan, "Semarang adalah kota yang bahagia." yang kemudian aku 'adopsi' dan mengubahnya menjadi 'bersepeda itu bahagia': aku menulis kalimat itu di kaos bagian punggung, dan membuka PO buat mereka yang ingin memiliki kaos tersebut. ☺️

 

Tapi, jelas semua orang bebas beropini ya. Sebagai seseorang yang lahir dan besar di kota Semarang, aku tidak keberatan ada orang yang bilang bahwa Semarang itu tidak layak dihuni. Ada banyak kawan lain lagi yang ngomong bahwa Semarang itu menyenangkan untuk tinggal, meski panasnya ga nguatin, lol. (eh, ini khusus buat mereka yang biasa tinggal di tempat yang sejuk ya, misal Temanggung, Banjarnegara, Salatiga dan kota-kota sejenis itu.)

 

MS48 13.25 3 February 2026

 

Ranz and I 'made' this T-shirt in 2014

Sunday, January 04, 2026

Christmas Holiday 2025 Day 4 - Waduk Cengklik

 


Minggu 28 Desember 2025

 

Pagi ini kami bertiga molor! Aku kepengen sudah otw ke CFD pukul 06.30 tapi Ranz molor sampai jam 07.00! Biasanya Ranz yang pertama mandi, aku mandi duluan hari itu. Setelah tahu aku sudah mandi, dia baru bangun, lalu mandi. Setelah itu, Angie.

 

Baru jam 07.30 kami ke luar rumah, mana 3 sepeda yang kami naiki semua butuh dipompa bannya. Jadi kudu nuntun dulu sampai tambal ban terdekat: di seberang stasiun Purwosari! Lol. Seperti biasa, kami sarapan nasi liwet (aku dan Angie) sedangkan Ranz sarapan cabuk rambak, satu jenis masakan khas Solo yang tidak bisa aku nikmati.

 

Pulangnya, Angie mampir ngopi di satu café yang lumayan baru, terletak tak jauh dari pool travel yang biasa kami naiki.

 

Siangnya, aku memilih mengajak Angie ke Minoa Café, yang terletak di Timur Waduk Cengklik. Semula, aku mau mengajaknya ke satu lokasi di Klaten, tapi Ranz bilang, "Walah, ini high season, pasti di sana penuh sekali!" Di Minoa Café, ada yang 'baru' yakni PARTY BOAT. Minoa 'membuat' perahu yang lumayan cantik, harga tiket untuk satu penumpang Rp. 20.000,00. perahu baru akan berangkat jika ada minimal 12 penumpang! Kebetulan waktu kami baru sampai, Ranz langsung mencari kabar tentang bagaimana cara naik, dan, perahu sudah mendapatkan 12 penumpang, sehingga kami bertiga diminta untuk segera beli tiket, agar bisa langsung ikut naik.

 

Party boat ini dihiasi sedemikian rupa, sehingga bisa menjadi spot foto yang cantik. Ada dua lantai. Jangan lupa berfoto di lantai atas juga! Perahu memutari waduk selama kurang lebih 25 menit.



 

Setelah naik perahu, kami baru memesan makan siang. Aku pesan grilled creamy chicken breast dan iced cappuccino, Angie pesan olio oglio dan mineral water, sedangkan Ranz memesan nasi campur Bali. Untuk dessert, kami membeli es krim coklat. It all cost Rp. 209.000,00. bulan Mei yang lalu, saat pertama kali kami ke sini (aku, Ranz, dan Deven), kami dibuat kecewa karena servis yang tidak memuaskan. Saat Ranz complained, oleh manajer, kami diberi voucher discount sebanyak Rp. 100.000,00, yang bisa kami gunakan sampai kapan pun. Maka, hari itu, Ranz cukup membayar seratus sembilan ribu rupiah!

 

Sorenya, aku dan Angie meninggalkan Solo dengan naik travel di jam keberangkatan 19.00. We arrived home around 21.00. Sayonara Surakarta. See ya next time!

 

PT56 20.20 04 January 2026

 

Christmas Holiday 2025 Day 3 - Wonogiri

 

Satu tanaman lucu di Koito Batuga

Sabtu 27 Desember 2025

 

Aku membuka tirai jendela sekitar pukul 05.50. mendung tebal masih menggantung di langit. Tidak bisa berharap akan mendapatkan pemandangan sunrise. Rasanya pengen molor lagi gegara itu, lol, tapi sayang dong, kan ada kolam renang?  Aku menunggu sarapan diantar ke kamar dulu, yang katanya akan diantar jam 07.00. Sembari menunggu, Ranz menawariku 'ngemil' sandwich yang dia titip minta belikan Fitri sehari sebelumnya. Pukul 07.10 sarapan belum datang juga, akhirnya aku siap-siap mengenakan baju renang, lalu ke luar kamar, ditemani Ranz, menuju kolam renang. Setelah warming up, aku nyemplung jam 07.30, aku bilang ke Ranz, "Give me one hour!" ternyata beneran, dia menungguku berenang selama satu jam, dengan duduk-duduk di kursi yang tersedia di samping kolam renang. Pagi itu, practically, aku berenang sendirian! HOW NICE!

 

Jam 08.30 aku meninggalkan kolam renang, balik ke kamar. Mandi, lalu sarapan. Nasi goreng yang aku pesan sudah dingin. Yaaa maklum, aku tinggal berenang selama satu jam, lalu mandi. Tapi, rasanya tetap enak kok.

 

Setelah packing, kami naik ke resto lantai 2, untuk foto-foto.




Jam 11.00 kami turun dari lantai 2, kembali ke kamar, lalu check out. Kami sudah memesan sopir angkot yang kami naiki kemarin untuk datang menjemput. Dia menawari kami untuk dolan ke lokasi yang kami inginkan. Semula kami ingin ke Museum Karst, yang terletak di Pracimantoro. Namun, biaya yang dia berikan sangat tinggi buat kami: Rp. 700.000,00! Akhirnya kami hanya ke Watu Cenik, yang terletak tidak jauh dari Waduk Gajahmungkur.




Dari Watu Cenik, kami langsung ke kota Wonogiri. Fitri kami antar ke 'terminal' Trans Jateng, dia sudah buking travel jam 15.00 ternyata, jadi dia tidak bisa ikut kami makan siang. It was around 12.45. sementara itu, kami bertiga ditawari sopir untuk ke Koito Batuga, satu resto yang terletak tidak jauh dari stasiun, namun trek ke sana cukup menantang: sempit dan tanjakan curam. Resto satu ini memiliki dekorasi yang lain dari pada yang lain! Di sini kami memesan 2 paket dengan jenis masakan yang berbeda. 

 


 

 

FYI, untuk dijemput ke hotel, diantar ke Watu Cenik, lalu ke Koito Batuga, hingga ke terminal Trans Jateng, kami membayar Rp. 300.000,00 ke sopir.  

 

Jam 15.00 kami sudah diantar ke halte/terminal Trans Jateng. Kami sampai terminal Tirtonadi sekitar pukul 16.45. Kami sampai rumah Ranz sekitar jam 17.00.

 

Malamnya, kami bertiga makan penyetan yang terletak tak jauh dari rumah Ranz.

To be continued.