![]() |
| Satu tanaman lucu di Koito Batuga |
Sabtu 27 Desember 2025
Aku membuka tirai jendela sekitar pukul 05.50. mendung tebal masih menggantung di langit. Tidak bisa berharap akan mendapatkan pemandangan sunrise. Rasanya pengen molor lagi gegara itu, lol, tapi sayang dong, kan ada kolam renang? Aku menunggu sarapan diantar ke kamar dulu, yang katanya akan diantar jam 07.00. Sembari menunggu, Ranz menawariku 'ngemil' sandwich yang dia titip minta belikan Fitri sehari sebelumnya. Pukul 07.10 sarapan belum datang juga, akhirnya aku siap-siap mengenakan baju renang, lalu ke luar kamar, ditemani Ranz, menuju kolam renang. Setelah warming up, aku nyemplung jam 07.30, aku bilang ke Ranz, "Give me one hour!" ternyata beneran, dia menungguku berenang selama satu jam, dengan duduk-duduk di kursi yang tersedia di samping kolam renang. Pagi itu, practically, aku berenang sendirian! HOW NICE!
Jam 08.30 aku meninggalkan kolam renang, balik ke kamar. Mandi, lalu sarapan. Nasi goreng yang aku pesan sudah dingin. Yaaa maklum, aku tinggal berenang selama satu jam, lalu mandi. Tapi, rasanya tetap enak kok.
Setelah packing, kami naik ke resto lantai 2, untuk foto-foto.
Jam 11.00 kami turun dari lantai 2, kembali ke kamar, lalu check out. Kami sudah memesan sopir angkot yang kami naiki kemarin untuk datang menjemput. Dia menawari kami untuk dolan ke lokasi yang kami inginkan. Semula kami ingin ke Museum Karst, yang terletak di Pracimantoro. Namun, biaya yang dia berikan sangat tinggi buat kami: Rp. 700.000,00! Akhirnya kami hanya ke Watu Cenik, yang terletak tidak jauh dari Waduk Gajahmungkur.
Dari Watu Cenik, kami langsung ke kota Wonogiri. Fitri kami antar ke 'terminal' Trans Jateng, dia sudah buking travel jam 15.00 ternyata, jadi dia tidak bisa ikut kami makan siang. It was around 12.45. sementara itu, kami bertiga ditawari sopir untuk ke Koito Batuga, satu resto yang terletak tidak jauh dari stasiun, namun trek ke sana cukup menantang: sempit dan tanjakan curam. Resto satu ini memiliki dekorasi yang lain dari pada yang lain! Di sini kami memesan 2 paket dengan jenis masakan yang berbeda.
FYI, untuk dijemput ke hotel, diantar ke Watu Cenik, lalu ke Koito Batuga, hingga ke terminal Trans Jateng, kami membayar Rp. 300.000,00 ke sopir.
Jam 15.00 kami sudah diantar ke halte/terminal Trans Jateng. Kami sampai terminal Tirtonadi sekitar pukul 16.45. Kami sampai rumah Ranz sekitar jam 17.00.
Malamnya, kami bertiga makan penyetan yang terletak tak jauh dari rumah Ranz.
To be continued.




No comments:
Post a Comment