Jumat 26 Desember 2025
Pagi
ini, kami bertiga -- aku, Ranz dan Angie -- sarapan bubur ayam. Fitri tidak
ikut karena dia ingin beli sandwich yang dijual di satu kafe baru yang terletak
di Jl. Gatot Subroto, Solo. Kemarin, waktu berjalan kaki menuju Gramedia, Ranz
sempat mengajak mampir ke kafe itu, Namun, dia ga jadi beli apa-apa karena
sandwich yang dia inginkan sudah sold out. Pagi ini, Fitri ke sana setelah
mandi, dengan naik ojek online.
Seminggu
sebelumnya, saat Ranz buking tiket KA BATARA KRESNA untuk pergi ke Wonogiri,
tiket yang berangkat dari stasiun Purwosari sudah habis, Maka Ranz membeli
tiket dari Stasiun Kota. Meskipun begitu, kami mencoba gambling, untuk tetap
naik KA BK dari stasiun Purwosari. Karena khawatir kami akan ditolak masuk
peron -- karena tiket KA yang kami beli menunjukkan kami memulainya dari
stasiun Kota -- Ranz punya ide untuk masuk ke peron lewat jalan masuk ke KRL,
dengan menggunakan kartu e-wallet.
Jam
09.30 kami bertiga sudah sampai di stasiun Purwosari, Fitri akan langsung
menyusul. Dengan mudah, kami bisa masuk stasiun/peron. KA BATARA KRESNA sudah
'duduk' manis di peron, lol. Saat kami masuk, semua gerbong sudah penuh
penumpang! Tidak terlihat satu pun kursi yang kosong yang bisa kami duduki!
Ouwww, ternyata, jika kami bisa 'semudah itu' masuk peron, tentu kami akan
berangkat lebih pagi, untuk 'bersaing' dengan yang lain agar mendapatkan tempat
tuduk!
KA
yang kami naiki meninggalkan stasiun tepat jam 10.00! Ada seorang petugas KA
yang mengatakan bahwa di gerbong yang paling depan itu, isinya adalah anak-anak
TK satu sekolah di Wonogiri, mereka semua akan turun di stasiun Nguter. Well,
mungkin kami akan mendapatkan tempat duduk setelah KA sampai di stasiun Nguter.
"Stasiun
Nguter itu hanya satu stasiun sebelum stasiun Wonogiri!" kata Ranz.
Tapi
ya mau bagaimana lagi?
Untunglah,
saat KA sampai di stasiun Kota, ada beberapa penumpang yang berada di gerbong
yang kami naiki turun, sehingga kami berempat bisa duduk manis! Lumayan.
Perjalanan masih melewati stasiun Sukoharjo - stasiun Nguter baru sampai ke
stasiun Wonogiri.
FYI,
setelah gerbong KA BATARA KRESNA diganti yang baru, perjalanan dari stasiun
Purwosari menuju stasiun Wonogiri hanya membutuhkan waktu 1 jam. Dengan gerbong
yang sebelumnya, waktu tempuh mencapai 105 menit! Kali ini, kami sudah sampai
di stasiun Wonogiri pukul 11.00.

Biasanya
aku dan Ranz membawa sepeda saat naik KA BK, maka saat keluar dari stasiun kami
menuntun sepeda, sehingga tidak ada calo angkot yang menawari kami untuk naik
angkot. Kali ini, kami ditawari naik angkot. Ranz yang sudah mencari info di
medsos tahu bahwa untuk naik angkot ini, satu orang dikenai biaya Rp. 30.000,00
pulang pergi. Seorang calo bertanya kami akan ke mana. Kami sebut: "Pantai
Gading dan Golden Resort." dia memberi harga yang seperti telah
diperkirakan Ranz: tigapuluh ribu rupiah per orang. (THERE IS NO ONLINE TAXI IN
WONOGIRI!). Ini harga pp ya, jadi kami diantar ke tujuan, lalu dibawa kembali
ke stasiun. Aku bilang bahwa kami akan menginap di Golden Resort, maka kami
tidak akan naik angkot pp. untuk ini, dia memberi harga per orang duapuluh ribu
rupiah. Oke. Kami setuju.
Tujuan
pertama kami adalah RM Pantai Gading. Sayangnya, saat kami sampai sana, turun
hujan, dan kami lihat semua tempat duduk penuh orang-orang yang sedang makan.
Ada gazebo yang terlihat kosong, namun karena hujan, gazebo itu tidak
terlindung dari air hujan. Plus, tentu saja, kami tidak bisa berjalan-jalan
dengan nyaman plus foto-foto. Itu sebabnya Ranz langsung mengambil keputusan
untuk pindah ke RM lain, yakni langganan kami makan siang jika dolan ke
Wonogiri.
Setelah
makan siang -- aku, Ranz, dan Fitri memesan ikan nila bakar, Angie memesan ikan
nila goreng -- kami langsung minta diantar ke Golden Resort. Sejak pertengahan
November, Ranz sudah buking satu kamar untuk family, empat orang. Harga Rp.
850.000,00 per malam. To our surprise, ternyata kami mendapatkan sarapan. Untuk
sarapan keesokan hari, aku dan Fitri memesan nasi goreng Hongkong, sedangkan
Ranz memesan pancake, dan Angie memesan waffle. Meski jam check-in dinyatakan
jam 14.00, kami datang sebelum jam 13.00, kami bisa langsung check-in. entah
kamar yang kami kosong sebelumnya, atau yang menyewa meninggalkan lokasi
lumayan gasik sehingga pegawai resort bisa dengan cepat membersihkan kamar
untuk kami tempati.
Selain
kamar ukuran 'family' yang bisa ditempati 4 orang, ada satu jenis kamar lain
lagi yakni standard untuk 2 orang. Kamar jenis standard ini memiliki akses
langsung menuju kolam renang. Sedangkan yang kamar ukuran family, kami harus
keluar kamar, lalu berjalan menuju kolam renang.
Hujan
terus saja mengguyur, kadang gerimis tipis, kadang hujan cukup deras. Meskipun
begitu, sekitar jam setengah 4 aku dan Angie tetap berenang. Fitri tidur, kata
Angie. Mungkin dia kecapekan. Oh ya, untuk kamar untuk family, dua tempat tidur
ditempatkan di lantai 1 dan lantai 2. Angie dan Fitri kami minta tidur di
lantai 2, sedangkan aku dan Ranz di lantai 1, yang memiliki balkon.
Angie
berenang hanya sebentar, saat hujan menderas, dia langsung keluar dari kolam
renang. Aku terus melanjutkan berenang, meski kadang hujan benar-benar deras.
Namun, aku baru berenang 30 x 25 meters, Ranz sudah memanggilku untuk berhenti
berenang. Tentu aku merasa belum puas, tapi, ya sudahlah, aku 'mentas' dengan
harapan jika nanti hujan reda, aku akan berenang lagi. Lol. Sayangnya, sampai
malam, hujan terus saja turun.
Sekitar
pukul 17.30 Angie dan Fitri ke luar hotel, mencari pop mie dan air mineral. Aku
yang biasanya tidak pernah tergoda makan pop mie, kali itu, aku ikutan bikin
pop mie. Haha …
Sekitar
pukul 19.30 Ranz mengajak ke resto. Angie dan Fitri tidak ikut, mereka lebih
memilih tidur! Malam itu, aku ogah makan sebenarnya, namun aku harus menemani Ranz, ketimbang dia ngambeg, lol. Akhirnya aku memesan buah
potong dan jus melon. Sedangkan Ranz memesan lumpia ayam dan coklat hangat.
To be continued.