Hari Senin
16 September 2024, aku dan Ranz masih belum punya ide mau dolan kemana. Semula
Ranz Cuma bilang, "Cari tempat buat ngadhem yuk." satu lokasi yang
cocok untuk ngadhem, dan ga perlu jauh-jauh ke Tawangmangu ya jelas mall lah
ya. Hoho
Ranz baru
ninggalin tempat tidur jam 07.30 pagi (sehari sebelumnya saja jam 04.30!) aku
baru mandi tentu setelah Ranz selesai ritual paginya. Jam 09.15 tiba-tiba Ranz
menawariku ke Jogja, ya aku manut sajalah. Meski Cuma jalan-jalan di Malioboro
menuju Teras Malioboro yang terletak di seberang pasar Beringharjo aku ya
oke-oke saja. Kemudian, Ranz menyuruh Deven segera mandi agar bisa ikut kami
dolan ke Jogja.
Setelah
ngecek KAI Access tiket kereta menuju Jogja yang bisa kami beli secara 'go
show', jam 09.30 kami sudah pesan ojek online menuju stasiun Balapan. Jam 09.50
kami sudah membeli 3 tiket KA Sancaka, masing-masing harga Rp. 45.000,00.
sebelum masuk ke dalam peron, kami beli roti 'O terlebih dahulu untuk
mengganjal perut karena kami belum sempat sarapan.
KA Sancaka
yang kami naiki meninggalkan stasiun Balapan tepat pukul 10.09 sesuai jam yang
tertera di tiket. Satu jam berikutnya kami sudah sampai di stasiun 'Tugu'
Jogjakarta. Di luar stasiun terlihat tumpukan kendaraan, macet (hampir) total!
Ranz sempat mau langsung pesan taksi online, tapi jelas susah mencari di situ,
aku mengajaknya berjalan dulu sampai Jl. Malioboro. Dari sana, masing-masing
kami memesan ojek online, agar lebih cepat 'membelah' jalan Malioboro yang full
kendaraan bermotor.
Ranz dan
Deven sampai Tamansari terlebih dahulu, baru kemudian aku menyusul. Aku sampai
sana sekitar jam 12.00 dan Ranz memberitahuku bahwa dia dan Deven menunggu di
salah satu café yang terletak di situ. Ranz memesan satu porsi mendoan -- yang
kemudian diganti dengan french fries karena tempenya habis -- sementara Deven
memesan satu porsi rice bowl dengan lauk daging sapi dan telur ceplok. Aku
hanya memesan iced cappuccino saja.
FYI, di luar
café terlihat banyak sekali turis yang sedang antri untuk membeli tiket masuk
Tamansari, baik turis domestik maupun turis manca. Ranz yang biasanya tidak
suka mengantri, tentu tidak punya pilihan lain, lol. Karena Ranz yang beli
tiket, aku tidak tahu berapa harga tiket masuk Tamansari untuk turis domestik.
Yang pasti tiket untuk orang dewasa dan tiket untuk anak-anak berbeda.
Ini adalah
kali pertama aku masuk Tamansari dengan turis yang begitu banyak! Untunglah
tidak perlu ada tumpukan turis di satu spot, hanya kadang perlu mengantri
ketika akan berfoto di satu spot. Don't worry, ga pake lama kok antrinya.
Setelah
selesai menyambangi semua ruangan di dalam kawasan Tamansari, kami jajan
minuman di angkringan yang terletak di area belakang Tamansari. Ranz ingin
menjelajahi area menuju Sumur Gumuling -- meski infonya Sumur Gumuling ditutup
karena sedang direnovasi, tapi Ranz ga mau nyewa guide. So, aku mengajaknya
untuk gambling iseng-iseng saja berjalan melewati 'maze' kawasan di luar
Tamansari. Our luck was kita 'menemukan' satu rombongan turis manca yang
didampingi oleh seorang guide; aku pun mengajak Ranz untuk membuntuti mereka!
Hihihi …
Well,
rombongan bule itu tidak menuju ke area Sumur Gumuling, namun ke Situs Pulo
Kenanga, Patehan, Kraton. Nah, malah ini yang ingin kusambangi lagi! Yay!
Jam 15.30
kami bertiga sudah sampai Slasar Malioboro: saatnya makan siang, eh, makan
sore! Ini sekaligus untuk sarapan karena aku belum sarapan. (Ga nyangka
ternyata perutku tahan juga. Hoho …)
Pulangnya,
kami kebetulan dapat tiket KA Sancaka lagi, yang meninggalkan stasiun Tugu jam
17.15. kami sudah sampai rumah Ranz jam 18.30. alhamdulillah.
Aku balik ke
Semarang hari Selasa 17 September 2024, karena aku kehabisan tiket travel di
hari Senin itu.
PT56 12.00
19/09/2024