![]() |
| Satu foto lawas |
di hari Jumat 16 Januari 2026, Ranz ke Semarang bersama Deven, keponakannya. Kali ini, saya memilih mengajak mereka berkunjung ke Goa Kreo dan Waduk Jatibarang. Terakhir kami berdua -- aku dan Ranz -- ke sini itu di tahun 2017, saat KomseliS a.k.a Komunitas Sepeda Lipat Semarang menjadi tuan rumah untuk menjadi tuan rumah Jamselinas 7 (jamboree sepeda lipat Nasional).
Salah satu hal yang menarik wisatawan untuk datang ke Goa Kreo itu adalah keberadaan ratusan kera yang dibiarkan berkeliaran di area itu. Konon, kera-kera yang ada sekarang adalah keturunan kera-kera yang membantu Sunan Kalijaga untuk menghanyutkan kayu-kayu yang akan dipakai untuk membangun masjid Demak.
Saat kami bertiga sampai di sana, ratusan kera sedang berkeliaran di area parkir yang lumayan luas. Ada beberapa orang yang sedang membagi makanan untuk kera-kera itu, satu pemandangan yang cukup menarik bagi orang 'kota' 😄 Namun, saat kami berjalan ke arah goa, sangat jarang kami temukan kera-kera itu berkeliaran di area goa, paling hanya ada lima sampai sepuluh ekor. Jika yang berada di area parkir mereka nampak sangat 'passionate' untuk berebut makanan, kera-kera yang berkeliaran di area jembatan yang menghubungkan antara area parkir dan goa nampak asyik bermain-main, kejar-kejaran antara mereka sendiri.
satu hal menarik adalah, saat saya membaca kisah yang ditulis, (lihat gambar di atas) ditempelkan di atas batu dan diletakkan di depan goa utama, dengan suara keras, mendadak banyak kera berdatangan menuju goa! saat kami bertiga melanjutkan perjalanan -- berjalan memutari bukit sampai di balik goa -- kera-kera itu mengikuti kami! Deven yang belum biasa dengan kera-kera itu sampai ketakutan 😂 padahal kera-kera itu tidak mengganggu kami, hanya mengikuti kami dari belakang. Mereka berhenti mengikuti kami setelah saya bilang, "hey, sana kalian main-main sendiri saja. Kami bukan suruhan Sunan Kalijaga." ajaib ya?
| foto lawas, saat saya bersepeda ke area sini, tahun 2017 |
dari Goa Kreo, kami pindah ke destinasi sebelah: Waduk Jatibarang. ada satu tempat yang baru dibangun dan menarik para youngsters: kafe Dermaga Kopi. Ranz tertarik ke sini karena ingin mengajak Deven naik 'jet boat'; dengan harga Rp. 100.000,00 untuk maksimal 4 orang, kita bisa mengelilingi waduk selama kurang lebih 15 menit.
Berikut ini saya copas tulisan dari blog wisatakita.
Semarang dikenal dengan beberapa destinasi wisata buatan dan wisata alamnya. Salah satunya adalah goa yang cukup terkenal dan dikenal sebagai salah satu petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Goa tersebut adalah goa Kreo.
Kreo sendiri menurut sejarahnya berasal dari Mangreho yang berarti periharalah dan jagalah. Kata inilah yang kemudian menjadikan goa ini disebut Goa Kreo dan sejak itu kawanan kera yang menghuni kawasan ini dianggap sebagai penunggu. Yang dimaksud menunggu disini adalah menjaga kayu jati yang akan di gunakan Sunan Kali jaga untuk membangun masjid Agung Demak.
Goa Kreo merupakan Goa yang terbentuk oleh alam dan terletak di tengah-tengah Waduk Jatibarang, sebuah bendungan yang membendung Kali Kreo. Bagi traveller yang ingin mengunjungi Goa Kreo, bisa langsung menuju dukuh Talun Kacang, Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang.
Selama di kawasan Goa Kreo, traveller akan berjumpa dengan monyet-monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), monyet yang ada di sini termasuk monyet yang cukup jinak, dan bisa bergaul dengan warga di sekitar Goa Kreo.
Untuk mencapai mulut Goa, traveller harus melewati anak tangga yang cukup banyak dan curam. Di sebelah Utara Goa Kreo terdapat air terjun yang berasal dari berbagai sumber mata air yang jernih dan tidak kering meski musim kemarau panjang. Selain menikmati pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk serta bercanda dengan kera penunggu kawasan ini, traveller juga bisa menikmati aliran sungai yang dingin dan segar yang di bawahnya tampak sebuah waduk
Perlu traveller ketahui bahwa Waduk Jatibarang ini berfungsi sebagai pengendali banjir di Kota Semarang, menjaga ketersediaan air minum, dan sebagai pembangkit tenaga listrik. Waduk Jatibarang ini akan memiliki luas 46,56 hektar.
Goa Kreo menurut beberapa orang dipercaya sebagai tempat bertapa salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Kalijaga. Dulunya, goa ini sangat panjang dan ujungnya bisa berada di kota lainnya, yaitu Demak atau Kendal. Wahana baru yang ditambahkan di wisata sejarah ini, akhirnya bisa membuat Goa Kreo semakin ramai dikunjungi. Wahana baru tersebut adalah rumah bambu dan negeri di atas awan untuk berselfie ria.
Jadi bagi traveller yang ingin menghabiskan akhir pekan bersama keluarga saat di Semarang. Goa Kreo sangat cocok bagi liburan keluarga.


No comments:
Post a Comment